Redesigning the National and Regional Election Cycle Following the Constitutional Court’s Ruling: Preserving Democratic Legitimacy and Synchronizing Development Planning
DOI:
https://doi.org/10.30641/dejure.2026.V26.201-220Abstract
The issuance of Constitutional Court (MK) Decision No. 135/PUU-XXII/2024, which distinguishes between national and local elections and combines the election of Regional People’s Representative Council (DPRD) members with the election of regional heads, carries significant implications for the Constitution and development governance. This ruling, which separates the cycles of national and local elections by a two-year interval, may create a lack of synchronization between the National Medium-Term Development Plan (RPJMN) and the Regional Medium-Term Development Plan (RPJMD), as well as raise issues regarding public legitimacy due to the excessively long extension of the terms of office for Regional Legislative Council (DPRD) members and Acting Regional Heads. Through conceptual and legal-regulatory approaches, this study examines the implications of Constitutional Court Decision No. 135/PUU-XXII/2024 as a form of constitutional interpretation regarding the synchronization of development planning at the regional level. The research findings indicate that the issuance of Constitutional Court Decision No. 135/PUU-XXII/2024 may lead to a lack of synchronization between central and regional development planning due to an excessively long time gap between the adoption of the National Medium-Term Development Plan (RPJMN) in 2029 and the adoption of the Regional Medium-Term Development Plan (RPJMD) by newly elected regional heads in 2031. Furthermore, this study also shows that the separation of national and local elections will result in a decline in public legitimacy for elected members of the Regional People’s Representative Council (DPRD), as well as a reduction in the Coattail effect between legislative bodies at the central and regional levels. Therefore, this study concludes that it is necessary to redesign the simultaneous conduct of general elections and regional elections, as was done in 2024, when both were held in the same year.
Downloads
References
Ansori. “Legalitas Hukum Komisi Pemilihan Umum Daerah Dalam Menyelenggarakan Pilkada.” Jurnal Konstitusi 14, no. 3 (2017): 554–72.
Apriliansyah. “KPK RI: 167 Kepala Daerah Terjerat Korupsi Sepanjang 2004-2024.” Babel.Antaranews.Com, 2024.
Aqdamana, Tsabbit. “Gagasan Periodisasi Masa Jabatan Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Dan Dewan Perwakilan Daerah Dalam Perspektif Demokrasi Konstitusional.” Jurnal Lex Renaissance 3, no. 7 (2022): 601-616
Aser, Florianus. “Hubungan Pilkada Serentak Dan Sinergi Perencanaan Pembangunan Antar Pemerintah Daerah(Konsep Perencanaan Pembangunan Daerah Beralih Dari Logika Sektoral Menuju Logika Kewilayahan).” Jurnal Politikologi 3, no. 1 (2016): 19-26
Asmara, Galang. “Pemilihan Umum Serentak Berdasarkan Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 55/Puu-XVII/2019 Dan Implikasinya Terhadap Perkembangan Ilmu Hukum Tata Negara Indonesia.” Jurnal APHTN HAN 1, no. 1 (2022): 136-149
Azed, Abdul Bari, and Amir. Makmur. Pemilu Dan Partai Politik Di Indonesia. Jakarta: Pusat Studi Hukum Tata Negara Fakultas Hukum Universitas Indonesia, 2013.
Bracco, Emanuele, Benjamin Lockwood, Francesco Porcelli, and Michela Redoano. “Intergovernmental Grants as Signals and the Alignment Effect: Theory and Evidence.” Journal of Public Econ 123, no. 80 (2015): 78-91.
Burhanuddin, Syufri, Astriani, Hartawan, and Aco N. Saputra. “Exploring the Role of Regional Capacity in Human Resource Development in Indonesia.” Journal Frontiers in Political Science 6 (2024): 1–10.
Cámara Nacional Electoral. “Calendario Electoral 2023.” Buenos Aires, 2023.
Effendi, Tonny Dian. “Estimating the Multilevel Coattail Effect during the 2019 Indonesian Election.” Journal of Asian Affairs: An American Review 49, no. 3 (2022): 140–65.
Faridhi, Adrian, and Mexsasi Indra. “Dinamika Keserentakan Pemilu Dan Pilkada 2024: Analisi Putusan Mk Nomor 135/PUU-XXII/2024.” Jurnal APHTHN HAN 3, no. 1 (2025): 24-36
Fatullah, Ahmad Ari. “Implikasi Konstitusional Dan Sistemik: Analisis Putusan MK Nomor 135/PUU-XXII/2024 Tentang Pemisahan Pemilu Nasional Dan Pilkada.” Jurnal Elqonun: Hukum Ketananenagraan 14, no. 1 (2025): 37-45
Haryono, Rakhmat. “Kemampuan Keuangan Daerah Sebagai Acuan Dalam Memberikan Tunjangan Bagi Anggota DPRD Kabupaten Subang Tahun 2022.” Jurnal Ekonomi Manajemen Dan Bisnis Akutansi 1, no. 1 (2022): 43-51
Kementerian Dalam Negeri. Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri) Nomor 86 Tahun 2017 tentang Tata Cara Perencanaan, Pengendalian dan Evaluasi Pembangunan Daerah, Tata Cara Evaluasi Rancangan Peraturan Daerah tentang Rancangan Peraturan Daerah Tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah dan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah, Serta Tata Cara Perubahan Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah, Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah, dan Rencana Kerja Pemerintah Daerah., Pub. L. No. Pasal 342 ayat (2) huruf b (2017).
Khoirinnisa, Sitina. “Urgensi Reformasi Sistem Pemilu Serentak Dalam Menjamin Efektivitas Pemerintahan Di Indonesia.” Jurnal Legalitas 2, no. 2 (2024): 93-103
Kumolo, Tjahjo. Politik Hukum Pilkada Serentak, Jakarta: Mizan Publika. 2015
Kurniasnyah, Dadan. “Tinjauan Terhadap “Sinkornisasi Perencanaan Pembangunan Kota Cimahi Pasca Pemilihan Kepala Daerah Serentak Di Kota Cimahi Tahun 2017.” Jurnal Politikom Indonesiana 3, no. 2 (2018): 262-275
Lab45 Indonesia. “Putusan MK No. 135/PUU-XXII/2024: Koreksi Sistemik Terhadap Beban Demokrasi.” Lab45 Indonesia, 2024.
Lumbantoruan, Gunardi SA. “Politik Hukum Pemilihan Kepala Daerah Langsung Dan Serentak: Dinamika, Tantangan, Dan Prospek Pembaharuannya.” Jurnal Hukum Lex Generalis 5, no. 10 (2024): 1-14
Mahkamah Konstitusi Republik Indonesia. Putusan Mahkamah Konstitusi No No.60/PUU-XXII/2024 (2024).
———. Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 14/PUU-XI/2013 (2013).
Nafiz, Yakutun Rizka. “Sinkronisasi Perencanaan Pusat Dan Daerah: Studi Implementasi Di Bappeda Kabupaten Lombok Barat.” Jurnal Multidisplin Sosial 9, no. 4 (2025): 1-13
Organization for Security and Co-operation in Europe (OSCE). “Presidential and Early Parliamentary Elections, 14 and 21 November 2021: Election Assessment Mission.” OSCE Office for Democratic Institutions and Human Rights, n.d.
Pemerintah Republik Indonesia. Undang-Undang No. 10 Tahun 2016 tentang Pasal 201 ayat (8) Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2016 tentang Perubahan Kedua atas Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2015 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2014 tentang Pemilihan Gubernur, Bupati, dan Wali Kota menjadi Undang-Undang, L N Tahun 2016 No.130, TLN No.5898., Pub. L. No. Pasal 201 ayat (8) (2016).
———. Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional, Pub. L. No. Pasal 1 butir 4-8 (n.d.).
“Peraturan Komisi Pemilihan Umum No.3 Tahun 2022 Tentang Tentang Tahapan Dan Jadwal Penyelenggaraan Pemilihan Umum Tahun 2024.,” 2022.
Pratama, Alfani Aldi, Insan Tajali Nur, and Poppilea Erwinta. “Problematika Pengangkatan Penjabat Kepala Daerah Sebagai Dampak Penetapan Pilkada Serentak Tahun 2024.” Jurnal Hukum Bisnis 13, no. 1 (2024): 1-13
Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 135/PUU - XXII/2024. (2024).
Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 135/PUU-XXII/2024 merupakan putusan yang menguji konstitusionalitas Pasal 167 ayat (3) Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilihan Umum terkait penyelenggaraan Pemilu serentak. Dalam putusan tersebut, MK menyatakan bahwa mulai tahun 2029, pelaksanaan Pemilu nasional (Presiden dan Wakil Presiden, DPR, dan DPD) serta Pemilu daerah (DPRD provinsi, DPRD kabupaten/kota, dan kepala daerah) harus dilakukan secara terpisah dengan jeda dua tahun (2024).
Riqiey, Baharuddin. “Kewenangan Mahkamah Konstitusi Dalam Memutus Perselisihan Hasil Sengketa Pilkada Pasca Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 85/PUU-XX/2022.” Jurnal AP HTN HAN 2, no. 1 (2023): 109–24.
Setiawan, Arif, Prijono Tjiptoherijanto, Benedictus Raksaka Mahi, and Khoirunurrofik. “The Impact of Local Government Capacity on Public Service Delivery: Lessons Learned from Decentralized Indonesia.” Journal Economies 10, no. 12 (2022): 1–13.
Silalahi, Wilma. “Model Pemilihan Serentak Dan Peranan Komisi Pemilihan Umum Pada Pemilihan Serentak Tahun 2024.” Jurnal AP HTN HAN 1, no. 1 (2022): 65-79
Subiyanto, Achmad Edi. “Pemilihan Umum Serentak Yang Berintegritas Sebagai Pembaruan Demokrasi Indonesia.” Jurnal Konstitusi 17, no. 2 (2020): 356-371
Suripatty, Greg, Hendrik Salmon, and Julista Mustamu. “Pengawasan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Dalam Mencegah Korupsi Di Daerah.” PAMALI: Pattimura Magister Law Review 3, no. 2 (2023): 181–205.
Talita Tanscheit, “A BAttle of two Presidents: lulA Vs.BolsonAro in the Brazilian elections of 2022” Revista de Ciencia Política 43, no. 2 (2023): 168-191
Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, Pub. L. No. Pasal 18 Ayat (3) (n.d.).
Undang-Undang No.2 Tahun 2024 tentang Provinsi Daerah Khusus Jakarta, LN Tahun 2024 No.76, TLN. No. 6913. (2024).
Undang-Undang No.7 Tahun 2017 tentang Pemilihan Umum, LN Tahun 2017 No.182, TLN No.6109, Pub. L. No. Pasal 1 butir 1 Pemilu menyatakan bahwa Pemilu dilakukan untuk memilih anggota Dewan Perwakilan Rakyat, anggota Dewan Perwakilan Daerah,Presiden dan Wakil presiden, dan untuk memilih anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (2017).
Wiryono, Singgih. “Perubahan RPJMD 2017-2022 DKI Jakarta, Manuver Janji Anies Di Sisa Masa Jabatan.” Kompas.Com, 2021.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Farida Azzahra, Ardian Prabowo

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.
The copyright of each article is retained by the author (s). Authors agree to grant the first publication rights to Jurnal Penelitian Hukum De Jure. The Journal embeds a simple machine-readable under Creative Commons Attribution-Non Commercial 4.0 International License (CC BY-NC). Thus, papers in this Journal can be used freely for non-commercial purposes with the acknowledgment of authorship and publication in this journal.





