Kerja Sama Kawasan Asia Tenggara Menghadapi Perdagangan Orang dan Penipuan Online
DOI:
https://doi.org/10.30641/kebijakan.2026.V20.51-66Kata Kunci:
Kejahatan Lintas Batas; Tindak Pidana Perdagangan Orang; Kerja Sama Kawasan; Ketahanan Kawasan; Harmonisasi Regulasi.Abstrak
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis fenomena dibalik tingginya kasus Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) di Indonesia, bagaimana jaringan kejahatan bekerja lintas kawasan ASEAN memanfaatkan celah hukum dan regulasi untuk melakukan penipuan online, perdagangan manusia, pemerasan hingga penyiksaan, dan bagaimana strategi Pemerintah Indonesia dalam merespons kasus yang ada dalam kerangka hukum dan kerja sama kawasan ASEAN. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif studi kasus dengan memanfaatkan data primer berupa wawancara mendalam dengan pihak Kementerian Luar Negeri Indonesia, Kepolisian Republik Indonesia khususnya Atase Kepolisian di Bangkok, Manila dan Kuala Lumpur, serta aktivis migran. Peneliti juga melakukan observasi di titik-titik yang selama ini menjadi titik keberangkatan dan kedatangan para korban TPPO. Hasil penelitian ini mengonfirmasi bahwa persoalan TPPO muncul sebagai akibat dari adanya disharmoni hukum di tingkat kawasan dan kepatuhan pada konvensi seperti ACTIP di kawasan berbasis pada voluntary compliance, akibatnya dalam urusan koordinasi aparat penegak hukum memiliki kendala karena belum memiliki sistem data kriminal terintegrasi sehingga mengandalkan kerja sama bilateral dan operasi bersama yang sifatnya adhoc dan terbatas. Sebagai kesimpulan, bahwa persoalan TPPO sangatlah kompleks dan tidak hanya menjadi masalah Pemerintah pusat dan daerah di Indonesia tetapi juga menjadi masalah kawasan ASEAN, oleh sebab itu guna mencapai ketahanan kawasan menghadapi situasi tersebut diperlukan usaha bersama dalam bentuk kerja sama lintas batas secara berkesinambungan dalam kerangka ASEAN.
Unduhan
Referensi
ASEAN. ASEAN Guideline on the Implementation of the Non-Punishment Principle for Protection of Victims of Trafficking in Persons. 2025. https://aichr.org/wp-content/uploads/2025/06/ASEAN-Guideline-on-Non-Punishment-Principle.pdf.
ASEAN. ASEAN Convention Against Trafficking in Persons Especially Women and Children. 2015. https://www.asean.org/wp-content/uploads/2015/12/ACTIP.pdf
ASEAN ACT. How ASEAN Is Progressing Monitoring and Reporting for More Informed Responses to Trafficking. 2025. https://www.aseanact.org/story/bwp-merl-workshop/.
ASEAN Secretariat. “ASEAN Multi-Sectoral Work Plan Against Trafficking in Persons 2023-2028.” August 21, 2023. https://asean.org/wp-content/uploads/2023/10/Adopted-ASEAN-Multi-Sectoral-Work-Plan-Against-TIP-2023-2028-as-of-08-21-23.pdf.
ASEAN Secretariat. “Asean-China Joint Statement On Combatting Telecommunication Network Fraud And Online Gambling.” 2024. https://asean.org/wp-content/uploads/2024/10/5.-2024-ASEAN-China-Joint-Statement-on-Combatting-Telecommunication-Network-Fraud-and-Online-Gambling_FINAL.pdf.
Department of State United States of America. Trafficking in Persons Report 2023. June 2023. https://www.state.gov/wp-content/uploads/2023/05/Trafficking-in-Persons-Report-2023_Introduction-Additional-Pagesv4_FINAL.pdf.
Direktorat Perlindungan WNI. Laporan Kinerja Direktorat Perlindungan WNI Tahun 2024. Jakarta, 2024. https://kemlu.go.id/files/repositori/65397/174071018667c1212ae1402_LKJ_Dit__PWNI_2024.pdf.
Douglas, Jeremy. “Policing One of the World’s ‘Biggest Drug Trafficking Corridors.’” 2025. https://www.unodc.org/unodc/frontpage/2023/June/interview_-policing-one-of-the-worlds-biggest-drug-trafficking-corridors.html.
DPR RI. “Konvensi Asean Menentang Perdagangan Orang, Terutama Perempuan Dan Anak.” n.d. https://berkas.dpr.go.id/akd/dokumen/RJ1-20171012-100701-4535.pdf.
DPR RI. ‘’Risalah Rapat Dengar Pendapat Komisi Xiii Dpr Ri Dengan Direktur Jenderal Imigrasi Dan Para Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Imigrasi Wilayah Tengah Dan Timur Kementerian Imigrasi Dan Pemasyarakatan Republik Indonesia’’, 25 February 2025. Https://Berkas.Dpr.Go.Id/Akd/Dokumen/Komisi13-23-A974262ebe979894e35612b872008f73.Pdf
Fauziah, Defa Siti, Alya Syifa Firdaus, and Sultan Alam Gilang Kusuma. Mencegah Human Trafficking: Analisis Implementasi Kebijakan dan Praktik Perlindungan Pekerja Migran Non-Prosedural di Kalimantan Barat. Zenodo, November 1, 2024. https://doi.org/10.5281/ZENODO.14562430.
International Crisis Group. Transnational Crime and Geopolitical Contestation along the Mekong. 2023. https://www.crisisgroup.org/asia/south-east-asia/myanmar/332-transnational-crime-and-geopolitical-contestation-mekong.
International Organization For Migration. 2019. Iom Guidance On Referral Mechanisms For The Protection And Assistance Of Migrants Vulnerable To Violence, Exploitation And Abuse And Victims Of Trafficking, Https://Publications.Iom.Int/System/Files/Pdf/Iom_Guidance_On_Referral.Pdf
Islam, Fakhrul. “Human Trafficking Law Enforcement Over the Victims and Offenders: The Perspective of Anti-Trafficking Stakeholders.” Victims & Offenders 19, no. 8 (2024): 1512–40. https://doi.org/10.1080/15564886.2023.2227964.
Jovanovic, Marija. “International Law and Regional Norm Smuggling: How the EU and ASEAN Redefined the Global Regime on Human Trafficking.” The American Journal of Comparative Law 68, no. 4 (2020): 801–35. https://doi.org/10.1093/ajcl/avaa030.
Kementrian Sekretariat Negara. Indonesia Usung Pemberantasan Perdagangan Manusia Dibahas Pada KTT Ke-42 ASEAN. 2023. https://www.setneg.go.id/baca/index/indonesia_usung_pemberantasan_perdagangan_manusia_dibahas_pada_ktt_ke_42_asean.
Kementerian Sekretariat Negara. Pemerintah Pulangkan 554 WNI Korban TPPO di Myanmar. 19 Maret 2025. https://www.setneg.go.id/baca/index/Pemerintah_pulangkan_554_WNI_korban_tppo_di_myanmar
Kementerian Luar Negeri. Laporan Kinerja Direktorat Perlindungan WNI Tahun 2024. 2025. https://kemlu.go.id/files/repositori/65397/174071018667c1212ae1402_LKJ_Dit__PWNI_2024.pdf
Luo, Jing Jing. The Grey Zone of Chinese Capital: Online Gambling in Cambodia’s Sihanoukville. Vol. 45, no. No. 3 (2023): 414–41.
Mardiansyah, Diana Soraya Noor, and Judith Leona P. Penilaian Risiko Tindak Pidana Pencucian Uang Dan Pendanaan Terorisme Yang Berasal Dari Tindak Pidana Perdagangan Orang, Tindak Pidana Penyelundupan Migran Dan Tindak Pidana Penyelundupan Tenaga Kerja. Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan, 2023. https://www.ppatk.go.id//backend/assets/images/publikasi/1707976659_.pdf.
Ministry of Foreign Affairs Republic of Korea. ROK-Cambodia Foreign Ministers’ Meeting on Occasion of UN General Assembly. 2025. https://www.mofa.go.kr/eng/brd/m_5676/view.do?seq=323084.
Peng, Xu, Jonathan Goodhand, and Patrick Meehan. Capitalism and Conflict at the Margins: Why Online Scams Flourish in Myanmar’s Borderlands. 2025. https://www.soas.ac.uk/about/blogs/capitalism-and-conflict-margins-why-online-scams-flourish-myanmars-borderlands.
Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan. Menjaga Indonesia Dengan Data: Mewujudkan Asta Cita Laporan Semester 2025. 2025. https://www.ppatk.go.id//backend/assets/images/publikasi/1762313650_.pdf.
Pusiknas Polri. Ratusan Orang Jadi Korban Perdagangan Manusia. 2024. https://pusiknas.polri.go.id/detail_artikel/ratusan_orang_jadi_korban_perdagangan_manusia.
Pusat Informasi Kriminal Nasional POLRI. Data Kejahatan. 22 Februari 2026. https://pusiknas.polri.go.id/data_kejahatan
Putri, Aliyah, Aura Fariza Yulianti Saputri, Aulia Fariza Yulianti Saputri, and Arion Hutapea. Analisi Hukum Terhadap Implementasi Perlindungan Korban Tindak Pidana Perdagangan Orang di Kamboja. n.d.
Rofii, Muhammad Syaroni. “The Role of ASEANAPOL in Combating Human Trafficking in Southeast Asia: A Comparative Study of Indonesia, Thailand, and Philippines.” In Proceedings of the International Conference on Strategic and Global Studies (ICSGS 2024), edited by Ibrahim Kholilul Rohman, Wu Zhaoyang, Mohammad Izdiyan Muttaqin, Ismail Suardi Wekke, and Irene Sondang Fitrinitia, vol. 33. Atlantis Highlights in Social Sciences, Education and Humanities. Atlantis Press International BV, 2025. https://doi.org/10.2991/978-94-6463-646-8_19.
Runturambi, Arthur Josias Simon, and Ridwan Arifin. “New Patterns and Trends of Migration: Hybrid-Crimes among Indonesian Migrant Workers in Southeast Asia.” Regional Science Policy & Practice 17, no. 10 (2025): 100215. https://doi.org/10.1016/j.rspp.2025.100215.
Saner, Raymond, Lichia Yiu, and Laurel Rush. “The Measuring and Monitoring of Human Trafficking.” Public Administration and Policy 21, no. 2 (2018): 94–106. https://doi.org/10.1108/PAP-10-2018-011.
Sheif, Abby. EXPLAINED: What Are Scam Parks? January 23, 2025. https://www.rfa.org/english/china/2025/01/23/scam-parks-compounds-cambodia-thailand-myanmar-laos/.
Tanaya, Angelia Kusuma, and Eliana Ananda Winarko. Analisis Pendekatan Asean Way Dalam Asean Convention Against Trafficking In Persons Dalam Menangani Perdagangan Manusia Di Asean. July 7, 2025. https://law.ojs.co.id/index.php/jdh/article/view/721/874.
UNITED NATIONS OFFICE ON DRUGS AND LABOR. Global Report On Trafficking In Persons 2024. UNITED NATIONS, 2024.
UNODC. Casinos, Cyber Fraud, and Trafficking in Persons for Forced Criminality in Southeast Asia. 2023.
UNODC. “United Nations Convention Against Transnational Organized Crime And The Protocols Thereto.” 2004. https://www.unodc.org/documents/middleeastandnorthafrica/organised-crime/United_Nations_Convention_Against_Transnational_Organized_Crime_And_The_Protocols_Thereto.Pdf.
Wakhidah, Nurul. 2014. Prinsip Non-Intervensi Asean Dalam Upaya Penyelesaian Konflik Rohingya Di Myanmar. Skripsi. Universitas Gadjah Mada
Wahyurudhanto, A. Kerja sama Antar-Negara dalam Penanganan Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO). 13 (2019).
Unduhan
Diterbitkan
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2026 Muhammad Syaroni Rofii

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.
Jurnal ini menyematkan lisensi Creative Commons yang dapat dibaca mesin sederhana. Jurnal ini mengakui penggunaan Creative Commons Attribution 4.0 International License (CC BY-NC).
Penulis yang menerbitkan tulisan dalam jurnal ini merupakan pemegang hak cipta dan setuju untuk memberikan Jurnal hak publikasi pertama yang dilisensikan di bawah ketentuan Creative Commons Attribution 4.0 International License (CC BY-NC ). Dengan demikian karya ini dapat digunakan secara bebas dengan pengakuan kepenulisan karya dan publikasi dalam jurnal ini.

Licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License





