Legal Protection Against The Distortion Of Originality Traditional Cultural Expressions Jaran Kencak Lumajang

Authors

  • Rizki Hidayat Faculty of Law, University of Jember
  • Rhama Wisnu Wardhana Faculty of Law, University of Jember
  • Nuzulia Kumala Sari Faculty of Law, University of Jember

DOI:

https://doi.org/10.30641/kebijakan.2026.V20.105-126

Keywords:

Traditional Cultural Expression, Jaran Kencak, Communal Intellectual Property, Originality, Legal Protection

Abstract

In the dynamics of contemporary societal development, Traditional Cultural Expressions (TCEs) frequently experience distortion in the form of shifts in cultural values and identities resulting from modifications that incorporate elements of modern culture. The Jaran Kencak performance art in Lumajang is one of the Traditional Cultural Expressions that has undergone distortion due to modifications in its musical accompaniment, accompanying dances, and performers’ costumes. This study aims to analyze the legal protection framework for preserving the originality of Jaran Kencak as a Traditional Cultural Expression and to examine the legal consequences of modifications that have caused distortion to Jaran Kencak as a Traditional Cultural Expression. This research employs a normative juridical method with conceptual and statutory approaches. The findings reveal that the legal protection framework for Jaran Kencak as a Traditional Cultural Expression and intangible cultural heritage encompasses preventive and negative protection, which positions the state as the primary guardian; defensive protection through inventory mechanisms as both a Traditional Cultural Expression and intangible cultural heritage; and repressive protection through dispute resolution and the imposition of administrative sanctions against its misuse. Furthermore, modifications to the music, dances, and costumes in Jaran Kencak performances have distorted its cultural identity as well as its aesthetic and social values. Such modifications are inconsistent with Law Number 28 of 2014 on Copyright, Law Number 5 of 2017 on Cultural Advancement, and Government Regulation Number 56 of 2022 on Communal Intellectual Property.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Asshiddiqie, Jimly, dan M. Ali Safa’at. Teori Hans Kelsen Tentang Hukum. Jakarta: Konstitusi Press, 2021.

Aulia, M. Zulfa. “Hukum Progresif dari Satjipto Rahardjo : Riwayat, Urgensi, dan Relevansi.” Undang: Jurnal Hukum 1, no. 1 (Juni 2018): 159–185. https://doi.org/10.22437/ujh.1.1.159-185.

Ayu, Miranda Risang, Harry Alexander, dan Wina Puspitasari. Hukum sumber daya genetik, pengetahuan tradisional, dan ekspresi budaya tradisional di Indonesia. Edisi Digital. Bandung: PT. Alumni, 2022.

Diva Shoting, “Kuda Kencak Istana Budaya Malam Terbaru Hajatan P. Tika Meninjo,” https://youtu.be/HyPhHvnZgEQ?si=X6WA7Jtf-rQDm1kq, August 18, 2025.

DJKI, “Ekspresi Budaya tradisional,” Kementerian Hukum Republik Indonesia, https://kikomunal-indonesia.dgip.go.id/home/explore/cultural.

Dwi Safitri, Ratna. “Kesenian Jaran Kencak yang Menjadi Icon Kota Lumajang Selain Pisang Agung.” https://www.visitlumajang.com/-kesenian-jaran-kencak-yang-menjadi-icon-kota-lumajang-selain-pisang-agung/3074, March 1, 2022.

Fahmindrayanto, Syafrie, dan Siti Awaliyah. Nilai-Nilai Kearifan Lokal dalam Prosesi Kesenian Jaran Kencak di Desa Kunir Kabupaten Lumajang. 5, no. 1 (2025): 10-21. https://doi.org/10.31004/joecy.v5i2.114.

Gunawan, Kristian Vincent, dan Raden Mas Gatot Prasetyo Soemartono. “Penggunaan Asas Derogasi dalam Penyelesaian Disharmonisasi Inventarisasi Ekspresi Budaya Tradisional.” Jurnal Kertha Patrika 45, no. 2 (2023): 201–220. DOI : 10.24843/KP.2023.v45.i02.p05.

Hasibuan, Khairuna Malik, Khairunnisa, dan Faradila Yulistari Sitepu. “Tantangan Perlindungan Ekspresi Budaya Tradisional: Ketiadaan Payung Hukum Bagi Masyarakat Hukum Adat.” Law, Development and Justice Review 8, no. 3 (November 2025): 254–273. https://doi.org/10.14710/ldjr.8.2025.254-273.

Herzani, Andhika Putra. “Peran Pemerintah Dalam Menginventarisasi Ekspresi Budaya Tradisional Indonesia.” Jurnal Hukum & Pembangunan 50, no. 4 (Mei 2021): 956-978. https://doi.org/10.21143/jhp.vol50.no4.2865.

Isdiyanto, Ilham Yuli, dan Deslaely Putranti. “Perlindungan Hukum atas Ekspresi Budaya Tradisional dan Eksistensi Masyarakat Hukum Adat Kampung Pitu.” Jurnal Ilmiah Kebijakan Hukum 15, no. 2 (Juli 2021): 231–256. https://doi.org/10.30641/kebijakan.2021.V15.231-256.

Kominfo Jatim, “Kanwil Jatim Raih Penghargaan dari Menkumham” Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Jawa Timur, https://kominfo.jatimprov.go.id/berita/kanwil-jatim-raih-penghargaan-dari-menkumham, April 26, 2019.

Martien, Dhoni. Perlindungan Hukum Data Pribadi. Makassar: Mitra Ilmu, 2023.

Marzuki, Peter Mahmud. Penelitian Hukum Edisi Revisi Cet. 15. Jakarta: Kencana, 2021.

Mulhimmah, Baiq Ratna. Masyarakat adat dan ekspresi budaya tradisional: (tinjauan hukum dan maqashid al syari’ah). Mataram: Sanabil, 2022.

Nurdin, Rahmatullah, Keyshandrina D. Ulama, Roy Marthen Moonti, dan Muslim A. Kasim. “Tinjauan Kritis Terhadap Perlindungan EBT dalam Hukum Indonesia dan Internasional.” Politika Progresif : Jurnal Hukum, Politik dan Humaniora 2, no. 2 (Juli 2025): 384–393. https://doi.org/10.62383/progres.v2i2.2080.

Nurfitri, Dian. “Perlindungan Kekayaan Intelektual Komunal Pasca Terbitnya Peraturan Pemerintah Nomor 56 Tahun 2022 Tentang Kekayaan Intelektual Komunal.” Jurnal De Lege Ferenda Trisakti, 27 September 2023, 53–61. https://doi.org/10.25105/ferenda.v1i2.18276.

Peraturan Pemerintah Nomor 56 Tahun 2022 tentang Kekayaan Intelektual Komunal (KIK).

Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 87 Tahun 2021 tentang Peraturan Pelaksanaan Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2017 tentang Pemajuan Kebudayaan.

Rahardi, Dwi Setyo. “Perkembangan Kesenian Tradisional Jaran Kencak (Kuda Kencak) Di Kecamatan Yosowilangun Kabupaten Lumajang Tahun 1972-2014.” Skripsi, Universitas Jember, 2015.

Rurus, Ida Ayu Tyara Pidada, dan Kadek Januarsa Adi Sudharma. “Kedudukan Sate Lilit Dalam Sistem Hukum Kekayaan Intelektual Indonesia Sebagai Kekayaan Intelektual Komunal.” JPeHI (Jurnal Penelitian Hukum Indonesia) 6, no. 2 (November 2025): 241–251. https://doi.org/10.61689/jpehi.v6i02.810.

Sari, Nuzulia Kumala, dan Dinda Agnis Mawardah. “Sistem Pendataan Kebudayaan Terpadu Alternatif Perlindungan Hukum Ekspresi Budaya Tradisonal.” Jurnal Legislasi Indonesia 18, no. 3 (September 2021): 405–418. https://doi.org/10.54629/jli.v18i3.823.

Sari, Nuzulia Kumala, Nabila Ayu Vernita, dan Ayu Citra Santyaningtyas. Legal Protection Of Indigenous Peoples Using By Sari And Bakungan For Traditional Cultural Expressions Of Seblang Dance In Banyuwangi. 12, no. 2 (2024): 465–480. https://doi.org/10.29103/sjp.v12i2.18521.

Sentral FM Lumajang, “Kemendikbud RI Tetapkan Kesenian Jaran Kencak Kekayaan Budaya Asli Lumajang.”https://www.suarasurabaya.net/jaring-radio/2016/Kemendikbud-RI-Tetapkan-Kesenian-Jaran-Kencak-Kekayaan-Budaya-Asli-Lumajang/, September 26, 2016.

Setyawan, Fadjar Ramdhani, Sudarsono Sudarsono, dan Yuliati Yuliati. “Inkonsistensi Konsep Perlindungan Hukum Ekspresi Budaya Tradisional dengan Teori Ajaran Cita Hukum.” De Jure: Jurnal Hukum dan Syar’iah 13, no. 1 (Juni 2021): 126-139 https://doi.org/10.18860/j-fsh.v13i1.10025.

Siregar, Mardona. “Teori Hukum Progresif dalam Konsep Negara Hukum Indonesia.” Muhammadiyah Law Review 8, no. 2 (Agustus 2024): 1-15.https://doi.org/10.24127/mlr.v8i2.3567.

Susanti, Diah Imaningrum, Raymundus I. Made Sudhiarsa, dan Rini Susrijani. Ekspresi budaya tradisional dan hak kekayaan intelektual. Malang: Dioma, 2019.

Susanti, Dyah Ochtorina, dan A’an Efendi. Penelitian hukum (legal research). Edisi Digital. Jakarta, Indonesia: Sinar Grafika, 2022.

Suyanto. Metode Penelitian Hukum Pengantar Penelitian Normatif, Empiris dan Gabungan. Gresik: UNIGRES PRESS, 2022.

Triwulandari, Yuarini. “Tari Kopyah Dalam Pertunjukan Jaran Kencak Di Desa Ledoktempuro Kecamatan Randuagung Kabupaten Lumajang.” Jurnal Pemikiran Seni Pertunjukan 5, no. 2 (2016): 1-13. https://ejournal.unesa.ac.id/index.php/apron/article/view/16552

Undang-Undang No. 5 Tahun 2017 tentang Pemajuan Kebudayaan.

Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta.

Widyanti, Yenny. “Perlindungan Ekspresi Budaya Tradisional Indonesia Dalam Sistem Yang Sui Generis.” Arena Hukum 13, no. 3 (Desember 2020): 388–415. https://doi.org/10.21776/ub.arenahukum.2020.01303.1.

Wijaya, Andy Usmina, Sekaring Ayumeida Kusnadi, Fifin Dwi Purwaningtyas, dan Dwiki Arief Darmawan. “Perlindungan Pengetahuan Tradisional Di Indonesia Dengan Hukum Sui Generis.” Kajian Hasil Penelitian Hukum 6, no. 2 (Januari 2023): 165-181. https://doi.org/10.37159/jmih.v6i2.2383.

Published

2026-07-31

How to Cite

Hidayat, R., Wisnu Wardhana, R. and Kumala Sari, N. (2026) “Legal Protection Against The Distortion Of Originality Traditional Cultural Expressions Jaran Kencak Lumajang”, Jurnal Ilmiah Kebijakan Hukum, 20(2), pp. 105–126. doi: 10.30641/kebijakan.2026.V20.105-126.