Mengharmoniskan Asas Praduga Tak Bersalah dan Kehadiran di Persidangan: Rekonstruksi Hukum Acara Pidana dengan Pengawasan Elektronik

Penulis

  • Erwin Susilo Pengadilan Negeri Pangkalan Balai

DOI:

https://doi.org/10.30641/kebijakan.2025.V19.229-250

Kata Kunci:

Presumption of Innocence, Detention, Electronic Monitoring Devices, Criminal Procedure Law, Global Positioning System

Abstrak

Penelitian ini menawarkan rekonstruksi normatif terhadap Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana (KUHAP) untuk secara eksplisit mengatur alat pengawasan elektronik sebagai alternatif paling ringan (least-restrictive alternative) terhadap penahanan konvensional, guna menjamin kehadiran terdakwa di persidangan tanpa mengabaikan asas praduga tak bersalah. Metode yang digunakan adalah yuridis-normatif dengan pendekatan perundang-undangan, konseptual, dan komparatif-fungsional. Analisis dilakukan terhadap KUHAP, peraturan pelaksananya, Rancangan KUHAP 2025, dan Pedoman Kejaksaan No. 4 Tahun 2023, serta dibandingkan dengan praktik di Inggris, Amerika Serikat, Australia (New South Wales), dan Yordania. Hasil penelitian menunjukkan adanya kesenjangan hukum, karena KUHAP belum mengatur alat pengawasan elektronik dan penerapannya hanya berdasar pedoman internal tanpa legitimasi normatif dan pengawasan yudisial yang kuat. Analisis komparatif memperlihatkan bahwa alat pengawasan elektronik—terutama berbasis GPS—efektif menekan risiko ketidakhadiran terdakwa, mengurangi kelebihan kapasitas tahanan, serta memperkuat due process of law melalui penilaian risiko individual dan uji proporsionalitas yang ketat. Penelitian ini merekomendasikan agar alat pengawasan elektronik dimasukkan secara eksplisit dalam KUHAP sebagai mekanisme yang hanya dapat diterapkan melalui penetapan hakim dengan standar operasional yang jelas, evaluasi berkala, perlindungan privasi, dan pendanaan negara. Integrasi alat pengawasan elektronik dalam KUHAP akan menyeimbangkan efisiensi penegakan hukum dengan perlindungan hak asasi manusia. Kebaruan penelitian ini terletak pada usulan pengaturan eksplisit alat pengawasan elektronik dalam KUHAP sebagai bentuk rekonstruksi normatif pada tahap persidangan.

Unduhan

Data unduhan belum tersedia.

Referensi

Aguilar-García, Ana. "Presumption of Innocence and Public Safety: A Possible Dialogue." Stability 3, no. 1 (2014). https://doi.org/10.5334/sta.en.

Agustin, Gerald Leonardo. "Buron 6 Hari, Terdakwa Yang Kabur Dari Pengadilan Negeri Jakut Akhirnya Diciduk! Begini Kronologinya." TribunJakarta.com, 2025. https://jakarta.tribunnews.com/2025/05/12/buron-6-hari-terdakwa-yang-kabur-dari-pengadilan-negeri-jakut-akhirnya-diciduk-begini-kronologinya.

Akbar, Achmad Asryel, and Alifian Fahdzan Mardany. "Diskresi Penahanan Tersangka Dalam Proses Peradilan Pidana Berdasarkan Asas Keadilan." Law Jurnal 4, no. 1 (2024). https://doi.org/10.46576/lj.v4i1.4191.

Ali, Zainuddin. Metode Penelitian Hukum, Jakarta. Sinar Grafika, 2022.

Asra Rahmad, Riadi. Hukum Acara Pidana. Depok: Rajawali Pers, 2019.

Belur, Jyoti, Amy Thornton, Lisa Tompson, Matthew Manning, Aiden Sidebottom, and Kate Bowers. "A Systematic Review of the Effectiveness of the Electronic Monitoring of Offenders." Journal of Criminal Justice, 2020. https://doi.org/10.1016/j.jcrimjus.2020.101686.

Brooks, Samantha K., and Neil Greenberg. "Psychological Impact of Being Wrongfully Accused of Criminal Offences: A Systematic Literature Review." Medicine, Science and the Law, 2021. https://doi.org/10.1177/0025802420949069.

Cardenas Gonzales, José Rolando. "Freedom of Expression in Electoral Processes A Question of Limitation of Rights or Self-Limitation of Freedom of Expression?" Centro Sur 7, no. 2 (2023). https://doi.org/10.37955/cs.v7i2.310.

Custers, Bart. "The Right to Break the Law? Perfect Enforcement of the Law Using Technology Impedes the Development of Legal Systems." Ethics and Information Technology 25, no. 4 (2023). https://doi.org/10.1007/s10676-023-09737-3.

Dobbie, Will, and Crystal Yang. "The Economic Costs of Pretrial Detention." Brookings Papers on Economic Activity Spring 2021 (2021). https://doi.org/10.1353/eca.2021.0005.

Dotulong, Jeaniffer Rachel Gabriella, Olga A. Pangkerego, and Roy V. Karamoy. "Fungsi Dan Pelaksanaan Pidana Mati Dalam Sistem Pemidanaan Di Indonesia." Lex Administratum 10, no. 3 (2022).

Hawkes, Anna L., Martin Sellbom, and Fairleigh E. Gilmour. "Under Surveillance: Does Global Positioning System Monitoring of Offenders Reduce Recidivism?" Criminology and Criminal Justice 24, no. 4 (2024). https://doi.org/10.1177/17488958231188414.

Hiariej, Eddy O.S. Pengantar Hukum Acara Pidana Indonesia. Hukum Acara Pidana, 2020.

Holman, Barry, and Jason Ziedenberg. "The Dangers of Detention: The Impact of Incarcerating Youth in Detention and Other Secure Facilities," 2022.

Hrab, Andrii. "Observance of the Principle of the Presumption of Innocence during the Application of the Criminal Legal Prohibition Dedicated to Illicit Enrichment." Naukovyy Visnyk Dnipropetrovs'kogo Derzhavnogo Universytetu Vnutrishnikh Sprav 5 (2022). https://doi.org/10.31733/2078-3566-2022-5-202-212.

Indriyani, Asit Defi. "Perlindungan Bagi Perempuan Yang Berhadapan Dengan Hukum." Jurnal Al-Himayah 8, no. 1 (2021): 1-24. https://syariah.iainponorogo.ac.id/perlindungan-bagi-perempuan-yang-berhadapan-dengan-hukum/.

Irtaimeh, Wejdan Suleiman. "Electronic Monitoring as a Measure to Reduce the Use of Pre-Trial Detention." Journal of Politics and Law 15, no. 4 (2022). https://doi.org/10.5539/jpl.v15n4p210.

Kemp, Steven, and Daniel Varona. "Is There a Penalty for Going to Trial in Spain? Plea Bargaining and Courtroom Efficiency." European Journal of Criminology 21, no. 1 (2024). https://doi.org/10.1177/14773708221117514.

Kuba, Syahrir. "Penahanan Tersangka/Terdakwa Pengguna Narkotika Oleh Aparat Penegak Hukum Dalam Perspektif Tujuan Penegakan Hukum." KRTHA BHAYANGKARA 17, no. 1 (2023). https://doi.org/10.31599/krtha.v17i1.2110.

Oegrosoeno, Arif Havas. "Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 12 Tahun 2005 Tentang Pengesahan International Covenant on Civil and Political Rlghts/ICCPR (Kovenan Internasional Tentang Hak-Hak Sipil Dan Polltik)." Indonesian Journal of International Law 4, no. 1 (2021). https://doi.org/10.17304/ijil.vol4.1.136.

Peterson, Trudy Huskamp. "The Universal Declaration of Human Rights: An Archival Commentary." Comma 2020, no. 1-2 (2021). https://doi.org/10.3828/comma.2020.4.

Publik, SDP. "Jumlah Penghuni Lembaga Pemasyarakatan (Lapas), Rumah Tahanan Negara (Rutan), Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA), Lembaga Pemasyarakatan Perempuan (LPP)." Direktorat Jenderal Pemasyarakatan., 2025. https://sdppublik.ditjenpas.go.id/.

Purwoleksono, Didik Endro. Hukum Acara Pidana. Surabaya: Airlangga University Press, 2015.

Rizal, Said, Mahyaya Mahyaya, and Yusriando Yusriando. "Penahanan Terhadap Anak Yang Melakukan Tindak Pidana Di Tingkat Pengadilan Tinggi Di Pengadilan Tinggi Banda Aceh." Ilmu Hukum Prima (IHP) 3, no. 1 (2020). https://doi.org/10.34012/jihap.v3i1.928.

Rodgers, Ian, John Armour, and Mari Sako. "How Technology Is (or Is Not) Transforming Law Firms." Annual Review of Law and Social Science, 2023. https://doi.org/10.1146/annurev-lawsocsci-111522-074716.

Rozenbergs, JÄnis. "Permissibility of the Reverse Burden of Proof and Its Limits in Criminal Proceedings in the Context of the Presumption of Innocence." Law: Journal of the University of Latvia 2022, no. 15 (2022). https://doi.org/10.22364/jull.15.18.

Said, M. Ali Said Kurniawan. "Tinjauan Yuridis Lembaga Penahanan Terhadap Pelaksanaan Perintah Penahanan Hakim Yang Terdapat Dalam Putusan Pengadilan." Jurnal Penegakan Hukum Indonesia 2, no. 2 (2021). https://doi.org/10.51749/jphi.v2i2.35.

Salamony, Sandra M.M, Sulistyanta Sulistyanta, and Yustinus Pedo. "Dasar Pertimbangan Hakim Dalam Penjatuhan Putusan Perintah Penahanan Terhadap Terdakwa Yang Belum Memperoleh Putusan Berkekuatan Hukum Dalam Perspektif Sistem Peradilan Pidana." Pagaruyuang Law Journal 4, no. 1 (2020). https://doi.org/10.31869/plj.v4i1.2089.

Seo, Yohanes. "Terdakwa Korupsi Kabur, Sidang Tetap Digelar." Tempo.co, 2012. https://nasional.tempo.co/read/413837/terdakwa-korupsi-kabur-sidang-tetap-digelar.

Seoane Pérez, Francisco, and Lidia Valera-Ordaz. "Stolen Innocence? Observance of the Eu Directive on Presumption of Innocence by Spanish Crime Reporting." Communication and Society 34, no. 3 (2021). https://doi.org/10.15581/003.34.3.15-30.

Skivterist, Andrey. "Guarantee System Principle Of Presumption Of Innocence In Criminal Proceedings." Vestnik Advanced Training Institute Of The Mia Of Russia 0, no. 4 (2024). https://doi.org/10.29039/2312-7937-2023-4-121-125.

Sofyan, Andi Muhammad, Abd Asis, and Amir Ilyas. Hukum Acara Pidana. Jakarta: Kencana, 2014.

Stoykova, Radina. "Digital Evidence: Unaddressed Threats to Fairness and the Presumption of Innocence." Computer Law and Security Review 42 (2021). https://doi.org/10.1016/j.clsr.2021.105575.

"”"”"”. "Encrochat: The Hacker with a Warrant and Fair Trials?" Forensic Science International: Digital Investigation 46 (2023). https://doi.org/10.1016/j.fsidi.2023.301602.

Susilo, Erwin, Dharma Setiawan Negara, and Joel Niyobuhungiro. "Legal Protection for Suspects through the Integration of Judicial Supervision in Pre-Trial Detention in Indonesia." Indonesian Journal of Criminal Law Studies 10, no. 1 (2025): 179-216. https://doi.org/https://doi.org/10.15294/ijcls.v10i1.20605.

Susilo, Erwin, and Muhammad Rafi. "Pendekatan Favor Defensionis Dalam Merealisasikan Hak Terdakwa Untuk Menghadirkan Saksi Atau Ahli." Veritas et Justitia 10, no. 2 (2024): 343-63. https://doi.org/10.25123/vej.v10i2.8479.

Susilo, Erwin, Muhammad Rafi, and Khairul Umam Syamsuyar. "Menelisik Legalitas Ahli Untuk Mengundurkan Diri Atau Minta Dibebaskan Dari Kewajiban Memberikan Keterangan Di Persidangan." Jurnal Interpretasi Hukum 5, no. 2 (2024): 1152-61. https://doi.org/https://doi.org/10.22225/juinhum.5.2.10455.1152-1161.

Susilo, Erwin, and Eddy Daulatta Sembiring. "Kewenangan Hakim Melakukan Penahanan Terhadap Terdakwa Yang Dalam Perkara Sebelumnya Keberatan Terdakwa/Penasihat Hukum Diterima." Jurnal Yuridis 11, no. 1 (2024): 64-77. https://doi.org/10.35586/jyur.v11i1.7271.

Tranter, Kieran. "Disrupting Technology Disrupting Law." Law, Culture and the Humanities 17, no. 2 (2021). https://doi.org/10.1177/1743872117704925.

TrueStory, Redaksi. "Satu Tahanan Yang Kabur Saat Sidang Di PN Palu Menyerahkan Diri, Satu Masih Buron." TrueStory.id, 2025. https://truestory.id/berita/satu-tahanan-yang-kabur-saat-sidang-di-pn-palu-menyerahkan-diri-satu-masih-buron.

Tulinov, Valentyn S., Iryna V. Bilykh, Olga M. Merdova, Olena O. Volobuieva, and Mykola Y. Veselov. "Activities of Law Enforcement Agencies in the Context of the Introduction of Innovative Technologies (Comparative Legal Aspect)." Cuestiones Políticas 40, no. 72 (2022). https://doi.org/10.46398/cuestpol.4072.08.

Uruilal, Jolanda. "Pembayaran Uang Jaminan Sebagai Syarat Mendapatkanpenangguhan Penahanan." Jurnal Restorative Justice 1, no. 2 (2019). https://doi.org/10.35724/jrj.v1i2.1913.

Williams, Jenny, and Donald Weatherburn. "Can Electronic Monitoring Reduce Reoffending?" SSRN Electronic Journal, 2021. https://doi.org/10.2139/ssrn.3390109.

Yu, Forest. "Putting the "˜Presumption' Back in the "˜Presumption of Innocence.'" International Journal of Evidence and Proof 26, no. 4 (2022). https://doi.org/10.1177/13657127221124361.

Шаповал, ÐнаÑтаÑÑ–Ñ. "The Standard of «beyond Reasonable Doubt» Proof Concept and Its Place in the Proof Standard System." Public Administration Aspects 9, no. 2 (2021). https://doi.org/10.15421/152113.

Unduhan

Diterbitkan

2025-11-30

Cara Mengutip

Susilo, E. (2025) “Mengharmoniskan Asas Praduga Tak Bersalah dan Kehadiran di Persidangan: Rekonstruksi Hukum Acara Pidana dengan Pengawasan Elektronik”, Jurnal Ilmiah Kebijakan Hukum, 19(3), hlm. 229–250. doi: 10.30641/kebijakan.2025.V19.229-250.

Terbitan

Bagian

Artikel

Artikel Serupa

1 2 3 4 5 6 7 > >> 

Anda juga bisa Mulai pencarian similarity tingkat lanjut untuk artikel ini.