Potensi Overkriminalisasi Dalam Tindak Pidana Agama: Analisis Kritis Terhadap Perumusan Kitab Undang-Undang Hukum Pidana Nasional Baru (UU No. 1 Tahun 2023)
DOI:
https://doi.org/10.30641/ham.2023.14.205-216Kata Kunci:
overkriminalisasi, pelanggaran agama, KUHP baru, IndonesiaAbstrak
Overkriminalisasi dalam konteks hukum pidana merujuk pada fenomena di mana terlalu banyak perilaku yang didefinisikan sebagai tindak pidana, yang pada akhirnya berakibat pada perluasan kewenangan penegak hukum dan peningkatan jumlah individu yang terjebak dalam sistem peradilan pidana. Studi ini mengkaji overkriminalisasi dalam perumusan tindak pidana agama yang terdapat dalam Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP), dengan fokus pada Pasal 302 tentang penghasutan agar seseorang tidak menganut agama atau kepercayaan yang dianut di Indonesia dan dampaknya terhadap komunitas ateis atau non-agama. Analisis ini menyoroti beberapa isu penting, seperti ketidakjelasan definisi "menghasut" dalam pasal tersebut, dampaknya terhadap kebebasan berpendapat, potensi diskriminasi terhadap kelompok minoritas, dan penyalahgunaan hukum untuk tujuan politik. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode kualitatif, dengan menggabungkan studi dokumen, tinjauan literatur, dan analisis terhadap kasus-kasus yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pasal 302 KUHP Baru dapat menyebabkan overkriminalisasi, karena pasal ini mengatur tindakan-tindakan yang dapat dianggap sebagai bagian dari kebebasan berekspresi dan beragama. Pasal ini juga dapat dianggap membatasi hak individu untuk memilih keyakinan atau agama mereka, termasuk hak untuk tidak memiliki keyakinan agama. Selain itu, penelitian ini menyoroti bahwa pasal ini rentan disalahgunakan oleh pihak-pihak yang memiliki kepentingan politik atau ingin menyasar kelompok tertentu. Sebagai rekomendasi, penelitian ini menyarankan perlunya reformasi perumusan Pasal 302 KUHP untuk mengurangi dampak overkriminalisasi dan melindungi hak asasi manusia, seperti kebebasan berpendapat.
Unduhan
Referensi
Ali, Mahrus. "Overcriminalization Dalam Perundang-Undangan Di Indonesia." Jurnal Hukum Ius Quia Iustum 25, no. 3 (2018): 450-71. https://doi.org/10.20885/iustum.vol25.iss3.art2. DOI: https://doi.org/10.20885/iustum.vol25.iss3.art2
Ariawan, I Gusti Ketut. "Metode Penelitian Hukum Normatif." Kertha Widya 1, no. 1 (31 Desember 2013): 21-30. https://doi.org/10.37637/KW.V1I1.419.
Barda Nawawi Arief. Bunga Rampai Kebijakan Hukum Pidana. Bandung: Citra Aditya Bakti, 2005.
BBC News Indonesia. "Lina Mukherjee Divonis Dua Tahun Atas Penistaan Agama, Dinilai "˜Berlebihan': "˜Itu Juga Dosa Dia, Bukan Dosa Kita.'" https://www.bbc.com/indonesia/, 2023. https://www.bbc.com/indonesia/articles/ckrk1rp9yrdo.
Bentele, Keith Gunnar, Rebecca Sager, Soule Sarah A., dan Adler Gary, Jr. "Breaking Down the Wall between Church and State: State Adoption of Religious Inclusion Legislation, 1995-2009." Journal of Church and State 56, no. 3 (1 September 2014): 503-33. https://doi.org/10.1093/jcs/css145. DOI: https://doi.org/10.1093/jcs/css145
Bernadika, Shannon Rosemary, dan Maura Kavita. "Overkriminalisasi dan Ketidakadilan Gender: Norma Kesusilaan Sebagai Dasar Pembatasan Kebebasan Berpakaian Perempuan di Muka Umum." Binamulia Hukum 10, no. 2 (2021): 133-49. https://doi.org/10.37893/jbh.v10i2.560. DOI: https://doi.org/10.37893/jbh.v10i2.560
Bielefeldt, Heiner. "Freedom of Religion or Belief-A Human Right under Pressure." Oxford Journal of Law and Religion 1, no. 1 (1 April 2012): 15-35. https://doi.org/10.1093/ojlr/rwr018. DOI: https://doi.org/10.1093/ojlr/rwr018
Carlos Fajar Kajarta. "Presiden Jokowi Resmi Teken UU KUHP, Mulai Berlaku pada 2026." https://www.inews.id/, 2023.
Colbran, Nicola. "Realities and Challenges in Realising Freedom of Religion or Belief in Indonesia." The International Journal of Human Rights 14, no. 5 (1 September 2010): 678-704. https://doi.org/10.1080/13642980903155166. DOI: https://doi.org/10.1080/13642980903155166
GarcÃa-Guerrero, J., dan A. Marco. "Overcrowding in Prisons and its Impact on Health." Revista española de sanidad penitenciaria 14, no. 3 (2012): 106-13. https://doi.org/10.4321/s1575-06202012000300006. DOI: https://doi.org/10.4321/S1575-06202012000300006
Husak, Douglas. Overcriminalization: The Limits of the Criminal Law. Overcriminalization: The Limits of the Criminal Law. Oxford University Press, 2007. https://doi.org/10.1093/ACPROF:OSO/9780195328714.001.0001. DOI: https://doi.org/10.1093/acprof:oso/9780195328714.001.0001
Jack Holland. "Democracy and Human Rights." In Selling War and Peace: Syria and the Anglosphere, diedit oleh Jack Holland, 1-146. Cambridge: Cambridge University Press, 2020. https://doi.org/DOI: 10.1017/9781108774314.005. DOI: https://doi.org/10.1017/9781108774314
Kadish, Sanford H. "The Crisis of Overcriminalization." The ANNALS of the American Academy of Political and Social Science 374, no. 1 (1 November 1967): 157-70. https://doi.org/10.1177/000271626737400115. DOI: https://doi.org/10.1177/000271626737400115
Larkin, Paul J. "Public Choice Theory and Overcriminalization." Harvard Journal of Law and Public Policy 36, no. 715 (29 Juli 2013). https://papers.ssrn.com/abstract=2302913.
Lee, Youngjae. "Mala Prohibita, the Wrongfulness Constraint, and the Problem of Overcriminalization." Law and Philosophy 41, no. 2 (2022): 375-96. https://doi.org/10.1007/s10982-022-09443-z. DOI: https://doi.org/10.1007/s10982-022-09443-z
McGravey, Kevin. "Digital Public Forums: Power and Representation in the Internet's Public Squares." New Political Science 42, no. 3 (2 Juli 2020): 253-71. https://doi.org/10.1080/07393148.2020.1807274. DOI: https://doi.org/10.1080/07393148.2020.1807274
McGuire, Kim, dan Michael Salter. "Legal Responses to Religious Hate Crime: Identifying Critical Issues." King's Law Journal 25, no. 2 (3 Oktober 2014): 159-84. https://doi.org/10.5235/09615768.25.2.159. DOI: https://doi.org/10.5235/09615768.25.2.159
Nurbela, Aziz. "Urgensi Delik Agama Dalam Kitab Undang-Undang Hukum Pidana." Jurnal Recidive 2, no. 3 (2013): 246-54.
Nuryanto, Carto, dan Central Java Police. "Criminal Sanctions and Actions in Religious Justice Crime Law Enforcement." International Journal of Law Reconstruction 3, no. 2 (16 Januari 2020): 78-85. https://jurnal.unissula.ac.id/index.php/lawreconstruction/article/view/7793. DOI: https://doi.org/10.26532/ijlr.v3i2.7793
Online, Hukum. "Delik Agama dalam RUU KUHP, Overcriminalization!" https://www.hukumonline.com/berita/a/delik-agama-dalam-ruu-kuhp-iovercriminalizationi-hol15437?page=1, 2006. https://www.hukumonline.com/berita/a/delik-agama-dalam-ruu-kuhp-iovercriminalizationi-hol15437?page=1.
Ramsay, Peter. "Overcriminalization as Vulnerable Citizenship." New Criminal Law Review 13, no. 2 (Maret 2010): 262-85. https://doi.org/10.1525/NCLR.2010.13.2.262/0. DOI: https://doi.org/10.1525/nclr.2010.13.2.262
Rossa Ilma Silfiah et al. "Phylosophical and Constitusional Protection." Brawijaya Law Journal: Journal of Legal Studies 3, no. 2 (2015): 151-75. https://doi.org/https://doi.org/10.21776/ub.blj.2016.003.02.04. DOI: https://doi.org/10.21776/ub.blj.2016.003.02.04
Rumadi Ahmad. "KUHP dan Kebebasan Beragama." kompas.id, 2023. https://www.kompas.id/baca/opini/2023/01/04/kuhp-dan-kebebasan-beragama.
Sang, Yisi, Lizhen Liang, dan Jeffrey Stanton. "Content Moderation of Speech in Political Discussions." Proceedings of the Association for Information Science and Technology 58, no. 1 (1 Oktober 2021): 537-42. https://doi.org/10.1002/PRA2.493. DOI: https://doi.org/10.1002/pra2.493
Schonthal, Benjamin, Tamir Moustafa, Matthew Nelson, dan Shylashri Shankar. "Is the Rule of Law an Antidote for Religious Tension? The Promise and Peril of Judicializing Religious Freedom." American Behavioral Scientist 60, no. 8 (20 Oktober 2015): 966-86. https://doi.org/10.1177/0002764215613380. DOI: https://doi.org/10.1177/0002764215613380
TAMBNAS. "Teori Hukum Lon L. Fuller: Fokus pada Konsep Keadilan." www.tambnas.com/, 2023. https://www.tambnas.com/2023/04/teori-hukum-lon-l-fuller-fokus-pada.html.
Toelle, Marthen H. "Kriminalisasi Berlebih (Overcriminalization) Dalam Kriminalisasi Korupsi." Refleksi Hukum: Jurnal Ilmu Hukum 9, no. 2 (2015): 113-32. https://doi.org/10.24246/jrh.2015.v9.i2.p113-132. DOI: https://doi.org/10.24246/jrh.2015.v9.i2.p113-132
Zainal Abidin Bagir. "Agama dalam KUHP: Kemajuan Setengah Jalan." crcs.ugm.ac.id, 2023. https://crcs.ugm.ac.id/agama-dalam-kuhp-kemajuan-setengah-jalan/.
Å»elechowski, Åukasz. "Invoking Freedom of Expression and Freedom of Competition in Trade Mark Infringement Disputes: Legal Mechanisms for Striking a Balance." ERA Forum 19, no. 1 (1 Agustus 2018): 115-35. https://doi.org/10.1007/S12027-018-0498-3/METRICS. DOI: https://doi.org/10.1007/s12027-018-0498-3
Zico Junius Fernando et al. "The Freedom of Expression in Indonesia." Cogent Social Sciences 8, no. 1 (2022): 1-11. https://doi.org/10.1080/23311886.2022.2103944. DOI: https://doi.org/10.1080/23311886.2022.2103944
Unduhan
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2023 Zico Junius Fernando, Sri Wulandari, Panca Sarjana Putra

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.
Penulis yang menerbitkan tulisan dalam jurnal ini merupakan pemegang hak cipta dan setuju untuk memberikan Jurnal HAM hak publikasi pertama yang dilisensikan di bawah ketentuan Creative Commons Attribution 4.0 International License (CC BY-NC ). Dengan demikian karya ini dapat digunakan secara bebas dengan pengakuan kepenulisan karya dan publikasi dalam jurnal ini.

Dilisensikan di bawah Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License












