Bersama untuk Kemanusiaan: Penanganan Lintas Sektor terhadap Masalah Pengungsi Rohingya di Aceh 2015

Penulis

  • Zulkarnain Zulkarnain Universitas Nasional
  • Indra Kusumawardhana Universitas Pertamina

DOI:

https://doi.org/10.30641/ham.2020.11.67-83

Kata Kunci:

Indonesia, masyarakat Aceh, Rohingya, pengungsi internasional, penanganan kolaboratif

Abstrak

Masalah pengungsi internasional Rohingya serta respon yang dilakukan oleh Indonesia dan masyarakat Aceh dalam mengatasi gelombang pengungsi Rohingya yang terdampar di Aceh menjadi diskursus yang menarik terkait hak asasi manusia. Pengungsi internasional dengan segala macam problematika yang dihadapinya telah menjadi fakta sosial yang tidak dapat dipungkiri dalam agenda politik dan kebijakan sebuah negara, termasuk di Indonesia. Penelitian ini akan menjelaskan tentang keterlibatan Pemerintah Indonesia, organisasi-organisasi internasional dan organisasi-organisasi non pemerintah serta partisipasi masyarakat lokal dalam menangani masalah pengungsi Rohingya Myanmar ini. Menggunakan konsep pengungsi internasional dan penanganan kolaboratif lintas sektor, tulisan ini menghadirkan penjelasan secara kualitatif dan mendalam terhadap penanganan masalah pengungsi Rohingya yang terdampar di Aceh dilakukan oleh Indonesia dan masyarakat Aceh sehingga dapat berkontribusi dalam mengatasi permasalahan kemanusiaan yang terjadi? Berdasarkan analisis yang dilakukan, tulisan ini berpendapat bahwa penanganan ini dilakukan melalui penerapan penanganan kolaboratif yang melibatkan Indonesia, masyarakat Aceh, dan organisasi internasional dalam menghadapi gelombang pengungsi internasional Rohingya yang terdampar di Aceh saat itu.

Unduhan

Data unduhan belum tersedia.

Biografi Penulis

Zulkarnain Zulkarnain, Universitas Nasional

Zulkarnain, dilahirkan di Tapanuli Selatan pada tanggal 23 Februari 1970, bekerja sebagai dosen tetap di Fisip HI Universitas Nasional Jakarta; menamatkan sekolah dari SD hingga SMA di Tapanuli selatan; menyelesaikan Pendidikan Sarjana di program Hubungan Internasional fakultas Ilmu Sosial Universitas Nasional Jakarta pada tahun1995, Pendidikan Magister di program Hubungan Internasional Fakultas Ilmu Sosial Universitas Indonesia Jakarta pada tahun 2002, serta Pendidikan Doktoral di program studi Hubungan Internasional Universitas Padjajaran Bandung pada tahun 2018.

Indra Kusumawardhana, Universitas Pertamina

Indra Kusumawardhana merupakan Dosen Tetap Program Studi Hubungan Internasional, Universitas Pertamina dan saat ini dipercaya untuk menjabat sebagai Ketua Program Studi Hubungan Internasional (Head of Department of International Relations). Indra menyeleseikan jenjang Sarjana (S1) dan  Magister (S2) Hubungan Internasional dengan konsenstrasi Globalisasi dan Strategi di universitas Airlangga. Indra mendapatkan gelar Doktor (S3) dalam bidang Hubungan Internasional dari Universitas Padjajaran, Bandung. Gelar tersebut didapatkan pada tahun 2019,  dengan predikat Pujian (Cumlaude).

Indra aktif dalam mempublikasikan tulisan di berbagai jurnal nasional dan internasional, beberapa tulisannya adalah Kusumawardhana, I. (2013). European Union in Crisis: Menguatnya Pandangan Berbasis Kedaulatan di dalam Krisis Ekonomi Uni Eropa. Jurnal Hubungan Internasional, 6(1); Kantaprawira, R., Bainus, A., & Kusumawardhana, I. (2018). The unbreakable relations between Indonesia-Vietnam post" Sink the Vessels" policy: a complex systems Approach. Journal of ASEAN Studies, 6(2), 155-178.; Anggraini, S. D., Kusumawardhana, I., & Ramadhan, I. (2018). The Implication of Indonesia"™s IUU Fishing Policy in Natuna Territorial Waters towards South China Sea Geopolitics. Jurnal Hubungan Internasional, 7(2).; Kusumawardhana, I., & Abbas, R. J. (2018). Indonesia di Persimpangan: Urgensi "Undang-Undang Kesetaraan dan Keadilan Gender" di Indonesia Pasca Deklarasi Bersama Buenos Aires Pada Tahun 2017. Jurnal HAM, 9(2), 153-174. Fokus risetnya adalah Keamanan Maritim; Ekonomi Politik Internasional; Geopolitik, Geoekonomi, dan Geostrategi; serta Teori Hubungan Internasional.

Referensi

Buku dan Bab dalam Buku

Amnesty International. "Perjalanan Mematikan: Krisis Pengungsi Dan Perdagangan Manusia Di Asia Tenggara" (2015).

Betts, Alexander, and Gil Loescher. Refugees in International Relations. Refugees in International Relations, 2011.

Castles, Stephen, and Sean Loughna. "Trends in Asylum Migration to Industrialized Countries, 1990-2001." Poverty, International Migration and Asylum (2005): 39-69.

Creswell, John W, and David Creswell. Research Design: Qualitative, Quantitative, and Mixed Methods Approaches. Sage publications, 2017.

Geutanyoe, Yayasan. HIDUP DALAM PENANTIAN: Setahun. Pengungsi Rohingya Di Aceh. Langsa, 2016.

Initiative, European Stability. THE MERKEL PLAN Restoring Control: Retaining Compassion A Proposal for the Syrian Refugee Crisis. European Stability Initiative, 2015.

Rachmah, Rizka Argadianti, and Zico Efraindio Pestalozzi. HIDUP YANG TERABAIKAN: Laporan Penelitian Nasib Pengungsi Rohingya Di Indonesia. Edited by Idaman Andarmosoko. Edisi Pert. Jakarta: Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Jakarta, 2016.

Soguk, Nevzat. States and Strangers: Refugees and Displacements of Statecraft. Borderline. Minnesota: University of Minnesota Press, 1999.

Artikel dalam Jurnal

Anggrainy, Vindy Septia. "Perlindungan Pengungsi Lintas Batas Negara Di Indonesia Menurut Hukum Internasional." Lex et Societatis II, no. 1 (2014): 55-64.

Brandsen, Taco, and Philip Marcel Karré. "Hybrid Organizations: No Cause for Concern?" International Journal of Public Administration 34, no. 13 (2011): 827-836. DOI: https://doi.org/10.1080/01900692.2011.605090

Castles, Stephen, and Sean Loughna. "Trends in Asylum Migration to Industrialized Countries, 1990-2001." Poverty, International Migration and Asylum (2005): 39-69. DOI: https://doi.org/10.1057/9780230522534_3

Feldman, Ilana. "What Is a Camp? Legitimate Refugee Lives in Spaces of Long-Term Displacement." Geoforum 66 (2014): 244-252. http://dx.doi.org/10.1016/j.geoforum.2014.11.014. DOI: https://doi.org/10.1016/j.geoforum.2014.11.014

Keast, Robyn, and Myrna Mandell. "The Collaborative Push: Moving beyond Rhetoric and Gaining Evidence." Journal of Management and Governance 18, no. 1 (2014): 9-28. DOI: https://doi.org/10.1007/s10997-012-9234-5

Kusumawardhana, Indra. "Understanding The Dynamic of International System Through The Lens of Complex System Approach." Jurnal Hubungan Internasional 1, no. Januari-Juni (2017): 90-105. DOI: https://doi.org/10.20473/jhi.v10i1.5115

Kusumawardhana, Indra, and Rusdi Abbas. "Indonesia Di Persimpangan: Urgensi "˜Undang-Undang Kesetaraan Dan Keadilan Gender' Di Indonesia Pasca Deklarasi Bersama Buenos Aires Pada Tahun 2017." Jurnal HAM 9, no. 2 (2018): 153-174. DOI: https://doi.org/10.30641/ham.2018.9.153-174

Kusumawardhana, Indra, and Zulkarnain. "Globalisation And Strategy:"˜Negara,Teritori Dan Kedaulatan Di Era Globalisasi.'" Jurnal Ilmu dan Budaya 40, no. 54 (2016): 6139-6160.

Simela Victor Muhamad, "Masalah Pengungsi Rohingya, Indonesia, Dan ASEAN," Info SIngkat Hubungan Internasional 7, no. 10 (2015): 13.

Rahmanto, Tony Yuri. "Prinsip Non-Intervensi Bagi ASEAN Ditinjau Dari Perspektif Hak Asasi Manusia." Jurnal HAM 8, no. 2 (2017): 145. DOI: https://doi.org/10.30641/ham.2017.8.145-159

Selsky, John W., and Barbara Parker. "Cross-Sector Partnerships to Address Social Issues: Challenges to Theory and Practice." Journal of Management 31, no. 6 (2005): 849-873. DOI: https://doi.org/10.1177/0149206305279601

Turner, Simon. "What Is a Refugee Camp? Explorations of the Limits and Effects of the Camp." Journal of Refugee Studies 29, no. 2 (2016): 139-148. DOI: https://doi.org/10.1093/jrs/fev024

Bahan Internet dan Koran

"182 Pengungsi Rohingya Lari Dari Tempat Penampungan Di Aceh." Accessed March 19, 2020. https://www.voaindonesia.com/a/lebih-180-pengungsi-rohingya-lari-dari-tempat-penampungan-di-aceh/3013328.html.

"Jokowi Teken Perpres Penanganan Pengungsi Dari Luar Negeri." Accessed April 6, 2020. https://nasional.kompas.com/read/2017/01/17/15063901/jokowi.teken.perpres.penanganan.pengungsi.dari.luar.negeri.

"Kisah Nelayan Aceh Menyelamatkan Pengungsi - BBC News Indonesia." Accessed March 18, 2020. https://www.bbc.com/indonesia/berita_indonesia/2015/05/150516_indonesia_nelayan_pengungsi.

"Kisah Pelarian Rohingya Ke Indonesia." Accessed March 19, 2020. https://www.viva.co.id/berita/nasional/342964-kisah-pelarian-rohingya-ke-indonesia.

"Menengok Fakta-Fakta Di Wilayah Konflik Rakhine, Myanmar - BBC News Indonesia." Accessed March 18, 2020. https://www.bbc.com/indonesia/dunia-40676548.

"Sebanyak 77 Pengungsi Bangladesh Telah Dipulangkan." Accessed March 18, 2020. https://www.cnnindonesia.com/internasional/20150710100341-106-65623/sebanyak-77-pengungsi-bangladesh-telah-dipulangkan.

"Total Pengungsi Rohingya Di Indonesia 11.941 Orang - Tribunnews.Com." Accessed March 18, 2020. https://www.tribunnews.com/nasional/2015/05/19/total-pengungsi-rohingya-di-indonesia-11941-orang.

Diterbitkan

2020-04-28

Cara Mengutip

Zulkarnain, Zulkarnain, dan Indra Kusumawardhana. “Bersama Untuk Kemanusiaan: Penanganan Lintas Sektor Terhadap Masalah Pengungsi Rohingya Di Aceh 2015”. Jurnal HAM 11, no. 1 (April 28, 2020): 67–83. Diakses September 17, 2026. https://lawpolicyjournal.id/index.php/ham/article/view/1041.

Terbitan

Bagian

Artikel

Artikel Serupa

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 > >> 

Anda juga bisa Mulai pencarian similarity tingkat lanjut untuk artikel ini.