Dilema Hak Atas Pekerjaan dalam Kebijakan Pasar Tenaga Kerja Fleksibel

Penulis

  • Syahwal Syahwal Magister Ilmu Hukum, Fakultas Hukum Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta

DOI:

https://doi.org/10.30641/ham.2022.13.271-286

Kata Kunci:

hak atas pekerjaan, kerja layak, pasar tenaga kerja fleksibel, neoliberalisme.

Abstrak

Hak atas pekerjaan menuntut peran Negara dalam pemenuhannya, namun kehadiran pasar tenaga kerja fleksibel telah menimbulkan dilema bagi negara dalam pemenuhan hak atas pekerjaan yang menjadi tanggung jawabnya. Penelitian ini merupakan penelitian normatif yang menelaah hak atas pekerjaan di dalam pasar tenaga kerja fleksibel dengan menggunakan pendekatan peraturan perundang-undangan. Di Indonesia, pasar tenaga kerja fleksibel mewujud dalam Undang-Undang Cipta Kerja yang menggambarkan posisi dilematis negara dalam menjalankan tanggungjawabnya terhadap hak atas pekerjaan. Terhadap posisi dilematis ini, negara mendahulukan terciptanya lapangan kerja dibandingkan dengan kelayakan pekerjaan yang diciptakan. Berdasarkan penelitian ini, terkuak pentingnya pendekatan holistik dalam memandang hak asasi manusia. Sehingga antara ketersediaan pekerjaan dan kelayakan pekerjaan tidak diletakkan secara terpisah. Hal ini dikarenakan pekerjaan yang tidak layak, menempatkan derajat manusia yang dilindungi oleh hak asasi manusia dalam posisi yang rentan.

Unduhan

Data unduhan belum tersedia.

Biografi Penulis

Syahwal Syahwal, Magister Ilmu Hukum, Fakultas Hukum Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta

Magister Ilmu Hukum, Fakultas Hukum, Universitas Gadjah Mada

Referensi

Atkinson, John. "Manpower Strategies for Flexible Organizations". Personnel Management. August, 1984. pp. 28-31.

---------------. Flexibility or Fragmentation? The United Kingdom Labour Market in the 1980s. Geneva: International Symposium on Labour Market Flexibility. 1986.

Blattner, Charlotte E. "Right to Work or Refusal to Work: Disability Rights at a Crossroads". Disability & Society. 36(9), 2021. pp. 1375-1398. DOI: https://doi.org/10.1080/09687599.2020.1788511

Budd, John W. The Thought of Work. New York: Cornell University Press. 2011. DOI: https://doi.org/10.7591/9780801462658

Budijanto, Oki Wahju. "Upah Layak bagi Pekerja/Buruh dalam Perspektif Hukum dan HAM". Jurnal Penelitian De Jure. 17(3), 2017. pp. 395-412. DOI: https://doi.org/10.30641/dejure.2017.V17.395-412

Bueno, Nicolas. "From the Right to Work to Freedom from Work". International Journal of Comparative Labour Law and Industrial Relations. 33 (4). 2017. pp. 463-88. DOI: https://doi.org/10.54648/IJCL2017020

Courtis, Christian. Courts and the Legal Enforcement of Economic, Social, and Cultural Rights: Comparative Experiences of Justiciability. Geneva: International Commission of Jurist. 2008

Dahlan, Muhammad dan Syahriza Alkohir Anggoro. "Hak atas Pekerjaan bagi Penyandang Disabilitas di Sektor Publik: Antara Model Disabilitas Sosial dan Medis". Undang: Jurnal Hukum. 4(1), 2021. pp. 1-48. DOI: https://doi.org/10.22437/ujh.4.1.1-48

Drzewicki, Krzysztof. The Right to Work and Rights in Work. Dalam Asbjorn Eide, Catarina Krause, dan Allan Rosas (ed. ). Economic, Social and Cultural Rights. The Hague: Kluwer Law International. 2001. DOI: https://doi.org/10.1163/9789047433866_017

Farida, Ike. Perjanjian Perburuhan: Perjanjian Kerja Waktu Tertentu dan Outsourcing. Jakarta: Sinar Grafika. 2020.

Foti, Alex. Theory of the Precariat: Great Recession, Revolution, Reaction. Amsterdam: Institute of Network Cultures. 2017.

George, Richard T de. "The Right to Work: Law and Ideology". Valapraiso University Law Review. 19(1). 1984. pp. 15-35.

Gomes, Virginia Bras. The Right to Work and Rights at Work. Dalam Jackie Dugard, Bruce Porter, Daniela Ikawa, Lilian Chenwi (ed. ). Research Handbook on Economic, Social and Cultural Rights as Human Rights. UK: Edward Elgar. 2020.

Habibi, Muhtar. "Gerakan Buruh Pasca Soeharto: Politik Jalanan di Tengah Himpitan Pasar Kerja Fleksibel". Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik. 16(3), 2013. pp. 200-216.

Herod, Andrew dan Rob Lambert. Neoliberalism, Precarious Work and Remaking the Geography of Global Capitalism. Dalam Rob Lambert dan Andrew Herod (eds.). Neoliberal Capitalism and Precarious Work: Etnographies of Accomodation and Resistance. UK: Edward Elgar. 2016. DOI: https://doi.org/10.4337/9781781954959.00007

International Commission of Jurists (ICJ). Maastricht Guidelines on Violations of Economic, Social and Cultural Rights..

International Labour Organization. "The Scope of the Employment Relationship". International Labour Conference 91st Session 2003. Report V.

---------------. Non-Standard Employment Around The World: Understanding Challenges, Shaping Prospects. Geneva: International Labour Office. 2016.

Irwansyah. Penelitian Hukum: Pilihan Metode & Praktik Penulisan Artikel. Yogyakarta: Mirra Buana Media. 2020.

Kalleberg, Arne L. "Job Insecurity and Well-being in Rich Remocracies". The Economic and Social Review. 49(3), 2018. pp. 241-258.

Kaya, Pir Ali. "The Right to Work as a Fundamental Human Right". European Scientific Journal. 15 (14). 2019. pp. 151-174. DOI: https://doi.org/10.19044/esj.2019.v15n14p151

Krisnalita, Louisa Yesami. "Perempuan, HAM, dan Permasalahannya di Indonesia". Binamulia Hukum. 7(1), 2018. pp. 71-81. DOI: https://doi.org/10.37893/jbh.v7i1.15

Kristiyanto, Eko Noer. "Urgensi Omnibus Law dalam Percepatan Reformasi Regulasi dalam Perspektif Hukum Progresif". Jurnal Penelitian Hukum De Jure. 20(2), 2020. pp. 233-244. DOI: https://doi.org/10.30641/dejure.2020.V20.233-244

Kusmaryanto, Carolus Boromeus. "Hak Asasi Manusia atau Hak Manusiawi?". Jurnal HAM. 12(3), 2021. pp. 521-532. DOI: https://doi.org/10.30641/ham.2021.12.521-532

Limburg Principles on the Implementation of the International Covenant on Economic, Social and Cultural Rights.

Mamuaya, Hanzel dan Agus Mulya Karsona. "Pelaksanaan Hak atas Pekerjaan terhadap Transgender/Transseksual di Indonesia". Jurnal Bina Mulia Hukum. 2(2), 2018. pp. 244-253. DOI: https://doi.org/10.23920/jbmh.v2n2.19

Mundlak, Guy. "The Right to Work: Linking Human Rights and Employment Policy". International Labour Review. 146(3-4). 2007. pp. 189-215. DOI: https://doi.org/10.1111/j.1564-913X.2007.00013.x

---------------. The Right to Work-The Value of Work. Dalam Daphne Barak-Erez dan Aeyal M Gross (ed.). Exploring Social Rights: Between Theory and Practice. Portland: Hart Publishing. 2007

Naskah Akademik Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja.

Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 91/PUU-XVIII/2020.

Scotto, Pablo. "Thinking the Future of Work Through the History of Right to Work Claims". Philosophy and Social Criticism. 46 (8), 2019. pp. 942-60. DOI: https://doi.org/10.1177/0191453719860220

Serrano, Melisa R. From Standard to Non-Standard Employment: The Changing Patterns of Work. Dalam Melisa R Serrano. Between Flexibility and Security: The Rise of Non-Standard Employment in Selected Asean Countries. Jakarta: ASEAN Services Employees Trade Unions Council. 2014.

Ssenyonjo, Manisuli. Economic, Social, and Cultural Rights in Iternational Law. Portland: Hart Publishing. 2009. DOI: https://doi.org/10.4337/9781849803373.00007

Suntoro, Agus. "Implementasi Pencapaian Secara Progresif dalam Omnibus Law Cipta Kerja". Jurnal HAM. 12(1),2021. pp. 1-18. DOI: https://doi.org/10.30641/ham.2021.12.1-18

Supriyadi dan Andi Intan Purnamasari. "Gagasan Penggunaan Omnibus Law dalam Pembentukan Peraturan Daerah". Jurnal Ilmiah Kebijakan Hukum. 15(2), 2021. pp. 257-270. DOI: https://doi.org/10.30641/kebijakan.2021.V15.257-270

Suryomenggolo, Jafar. "The Making of a New Social Contract: Labour Law in Indonesia after Reformasi". Korea Open Access Journals. 28(2) 2018. pp. 85-117. DOI: https://doi.org/10.21652/kaseas.28.2.201805.85

Susanto, Mei dan Teguh Tresna Puja Asmara. "Ekonomi Versus Hak Asasi Manusia dalam Penanganan Covid-19: Dikotomi atau Harmonisasi". Jurnal HAM. 11(2), 2020. pp. 301-317. DOI: https://doi.org/10.30641/ham.2020.11.301-317

Tan, Wimberly dan Dyah Putri Ramadhani. "Pemenuhan Hak Bekerja bagi Penyandang Disabilitas Fisik di Kota Batam". Jurnal HAM. 11(1), 2020. pp.27-37. DOI: https://doi.org/10.30641/ham.2020.11.27-37

Tjandraningsih, Indrasari. "State-Sponsored Precarious Work in Indonesia". American Behavioral Scientist. 57 (4). 2012. pp. 403-19. DOI: https://doi.org/10.1177/0002764212466236

Udombana, Nsongurua J. "Social Rights are Human Rights: Actualizing the Rights to Work and Social Security in Africa". Cornell International Law Journal. 39 (2). 2006. pp. 181-242.

UN Committee on Economic, Social and Cultural Rights (CESCR). General Comment No. 18: The Right to Work (Art. 6 of the Covenant). 6 February 2006. E/C.12/GC/18. .

---------------. General Comment No. 3: The Nature of States Parties' Obligations (Art. 2, Para. 1, of the Covenant). 14 December 1990. E/1991/23.

---------------. General comment No. 24 (2017) on State obligations under the International Covenant on Economic, Social and Cultural Rights in the context of business activities. 10 August 2017. E/C.12/GC/24..

---------------. Second Periodic Report Submitted by Indonesia Under Articles 16 and 17 of the Covenant, due in 2019. 30 Juli 2021. E/C.12/IDN/2.

Wiratraman, Herlambang P. Reformasi Hukum Perburuhan: Antara Pemulihan Ekonomi dan Penjinakan Gerakan Buruh. Dalam Jafar Suryomenggolo (ed. ). Kebangkitan Gerakan Buruh. Tangerang: Marjin Kiri. 2014.

World Health Organization dan International Labour Organization. WHO/ILO Joint Estimates of the Work-related Burden of Disease and Injury: 2000-2016. Geneva: WHO and ILO. 2021.

Unduhan

Diterbitkan

2022-08-30

Cara Mengutip

Syahwal, Syahwal. “Dilema Hak Atas Pekerjaan Dalam Kebijakan Pasar Tenaga Kerja Fleksibel”. Jurnal HAM 13, no. 2 (Agustus 30, 2022): 271–286. Diakses September 17, 2026. https://lawpolicyjournal.id/index.php/ham/article/view/2669.

Terbitan

Bagian

Artikel

Artikel Serupa

Anda juga bisa Mulai pencarian similarity tingkat lanjut untuk artikel ini.