Peran Civil Society dalam Menumbuhkan Sikap Toleransi Beragama di Indonesia
DOI:
https://doi.org/10.30641/ham.2014.5.55-68Kata Kunci:
Toleransi Beragama, Konflik, Civil SocietyAbstrak
Penelitian ini dilaksanakan di Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam, Kalimantan Barat, Sulawesi Tengah, dan Maluku. Tujuannya untuk mendapatkan gambaran tentang peranan civil society dalam menumbuhkan toleransi beragama. Metode yang dipergunakan dalam penelitian ini merupakan kombinasi antara metode kuantitatif dan kualitatif. Pengumpulan data primer dilakukan dengan teknik wawancara mendalam dan penyebaran angket sedangkan data sekunder diperoleh melalui studi kepustakaan. Data diolah dan dianalisis untuk menjawab rumusan masalah. Perkembangan di empat daerah yang menjadi lokasi penelitian menunjukkan bahwa tokoh masyarakat di daerah telah menunjukkan peranan mereka dalam upaya menciptakan kondisi yang toleran. Berbagai organisasi masyarakat juga memiliki peranan penting dalam upaya menumbuhkan budaya toleransi. Lembaga Swadaya Masyarakat, sebagai bagian dari organisasi masyarakat, juga menunjukkan kesadaran akan pentingnya penciptaan kohesi sosial di masyarakat.
Unduhan
Referensi
Abdul Kholiq, "Peran Sosial Gereja dalam Konteks Relasi Muslim-Kristen," dalam Jurnal Istiqro',Volume 07, Nomor 01, 2008. Jakarta: Depag RI, 2008
Abdul Hakim G. Nusantara, Politik Hukum Indonesia,
Jakarta: YLBHI, 1988
Abdul Moqsith Ghazali, Argumen Pluralisme dalam Agama,
Jakarta: KataKita, 2009, Cet. Ke-1.
Ali Imron, "Resolusi Konflik Antar Etnik dan Antar Agama; dalam Perspektif Multikultural," dalam Jurnal Akademika, Vol. 4 No. 1 April 2006.
Alirman Hamzah, "Kerukunan antar Umat Beragama dari Orde Baru hingga Orde Reformasi," Disertasi, Jakarta: SPs UIN Syarif Hidayatullah, 2008;
Alpha Amirrachman (ed.), Revitalisasi Kearifan Lokal
: Studi Resolusi Konflik di Kalimantan Barat, Maluku, dan Poso, Jakarta : ICIP, 2007
Andito (ed), Atas Nama Agama, Bandung: Pustaka Hidayah, 1998
Anis Masykhur & Bambang, "Potensi Konflik Sosial Etnis Agama; Studi dan Analisis Antisipatif Kemunculan Konflik Terbuka di Prop. Kalimantan Timur," Penelitian Tidak Diterbitkan, Samarinda: P3M STAIN, 2007
Arianto Sangaji ,"Aparat Keamanan dan kekerasan Regional Poso" dalam Henk Schulte Nordholt, dkk (ed). Politik lokal di Indonesia Jakarta: KITLV-Jakarta, 2009
Badan Kesbang dan Linmas Kab. Poso, Laporan Kegiatan Sosialisasi/Dialog Kerukunan Umat Beragama bagi Tokoh Masyarakat, Tokoh Agama, Tokoh Adat, Tokoh Perempuan, LSM dan Tokoh Pemuda, Poso, 2009.
Badan Kesbang dan Linmas Kab. Poso, Laporan FKUB Kabupaten Poso Tahun 2008, Poso, 2008
Bolland, B.J., The Struggle of Islam in Modern Indonesia,
Leiden: KITLV, 1982.
BPS, Booklet BPS, Indikator Kunci Indonesia, Jakarta, 2007
BPS, Booklet BPS, Perkembangan Beberapa Indikator Utama Sosial-Ekonomi Indonesia, Jakarta, 2008.
Tim Depag, Merajut Kerukunan Umat Beragama Melalui Dialog Pengembangan Wawasan Multikultural, Jakarta: Balitbang Depag, 2008
Tim Depag, Kompilasi Keijakan dan Peraturan Perundang-Undangan Kerukunan Umat Beragama, Jakarta: Balitbang Depag, 2008
Gatra, 1 Januari 2007 "Kekerasan di Poso pada 2006 masih Tinggi,"
Hikam, A. S. 1999. "Islam, Demokratisasi dan Pemberdayaan Civil Society". Jakarta: Penerbit Erlangga.
Hefner, R.W. "Civil Society: Cultural Possibility of a Modern Ideal Society", Vol.35, No, 3 Maret/ April 1998. DOI: https://doi.org/10.1007/BF02686132
ICG Asia, Laporan ICG Asia No 19 "Kekerasan Etnis di Indonesia; Belajar dari Kalimantan Tengah," 27 Juni 2001
Ignaz Kleden,"Konflik Etnis atau Konflik Politik?'
Tempo, 6 Januari 2002
Imron AM, Ali, "Resolusi Konflik antar Etnik dan Antar Agama: Perspektif Multikultural," dalam Akademika, Jurnal Kebudayaan, Vol. 4 No. 1 April 2006, Surakarta: UMS, 2006
Jacques Bertrand, Nationalism and Enthnic Conflict in Indonesia, Cambridge: Cambridge University Press, 2004
Kuntowijoyo, "Dari Kerukunan ke Kerjasama, Dari Toleransi ke Kooperasi" dalam Andito (ed.), Atas Nama Agama, Bandung: Pustaka Hidayah, 1998, Cet, ke-1
Muhammad Maftuh Basuni, "Jangan Korbankan Kerukunan untuk Kepentingan Temporer," dalam Majalah Ikhlas Beramal, Nomor. 57 Th. XII Juni 2009, Jakarta: DEPAG RI, 2009.
Munawar Fuad dan Mastuki (eds), Menghidupkan Ruh Pemikiran KH Ahmad Siddiq, Jakarta: Logos, 1999
Parsudi Suparlan, "Etnicity and Its Potensial for Social Disintegration in Indonesia," dalam Chaider S Bamualim & Karlina Helamnita (eds.) Comunal Conflict.
Parsudi Suparlan, "Masyarakat Majemuk Indonesia dan Multikulturalisme", Makalah tidak diterbitkan
Riza Sihbudi (et.al), Bara dalam Sekam, Bandung: Mizan, 2001
Riza Sihbudi dan Moch. Nurhasim (eds), Kerusuhan Sosial di Indonesia, Jakarta: Grasindo, t.t
Rizal Malarangeng, "Konflik Maluku dan Reorientasi Ilmu Sosial," Kompas, 19 Januari 2000
S. Ecip & D. Waru, Kerusuhan Poso yang Sebenarnya. Jakarta : Global Mahardika, 2002.
Sudjangi dalam Jurnal Harmoni Vol. II No. 5, Jakarta: Puslitbang Balitbang, Depag RI
Sujangi, Kajian Agama dan Masyarakat, 15 Tahun badan Penelitian dan Pengembangan Agama, 1975-1990.. Jakarta: Departemen Agama, 1992
Sulaiman Mamar, "Strategi Menumbuhkembangkan Nilai- Nilai Budaya Lokal di Kabupaten Poso," Makalah disampaikan pada saat "Musyawarh Lembaga Adat Kecamatan dan Ketua Enis Kabupaten Poso," yang dilaksanakan di Tentena, 14 s.d. 16 April 2009
Syarif Ibrahim Alqadrie, "Factors in Etnic Conflict, Etnic Identity and Consciousness and the Indications of Disintegrativw in West Kalimantan, " dalam Chaider S Bamualim & Karlina Helamnita (eds.) Comunal Conflict.
Tim CRCS, Laporan Tahunan Kehidupan beragama di Indonesia Tahun 2008, Yogyakarta: CRCS UGM, 2008
Usman Pelly, "Akar Kerusuhan Etnik di Indonesia: Suatu Kajian Awal Konflik Etnik pada Era Reformasi ", dalam Journal Analytica Islamica, Vol. 1 No. 1, 1999
Usman Pelly, "Akar Kerusuhan Etnik di Indonesia: Suatu Kajian Awal Konflik Etnik pada Era Reformasi ", dalam Journal Analytica Islamica, Vol. 1 No. 1, 1999.
Willam Chang,"Konflik Etnis dan Religius?" Kompas, 26 oktober 2001
Yasril Yazid, "Toleransi Agama dan Kerukunan Menurut Perspektif Intelektual Malaysia"
Unduhan
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Lisensi
Penulis yang menerbitkan tulisan dalam jurnal ini merupakan pemegang hak cipta dan setuju untuk memberikan Jurnal HAM hak publikasi pertama yang dilisensikan di bawah ketentuan Creative Commons Attribution 4.0 International License (CC BY-NC ). Dengan demikian karya ini dapat digunakan secara bebas dengan pengakuan kepenulisan karya dan publikasi dalam jurnal ini.

Dilisensikan di bawah Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License












