Komunitas Marjinal Keturunan Indonesia di Malaysia: Dampak Keterbatasan Akses Pendidikan Tinggi
DOI:
https://doi.org/10.30641/ham.2025.16.11-24Kata Kunci:
hak atas pendidikan, imigran Indonesia, warga negara, pembangunan sosial-ekonomiAbstrak
Pendidikan merupakan salah satu faktor penting dalam membangun bangsa. Namun, pada kenyataannya, akses pendidikan tidak dapat dijangkau secara merata oleh semua anak tanpa memandang latar belakangnya. Secara khusus anak-anak imigran Indonesia di Malaysia terkena dampak karena hak istimewa pendidikan tinggi telah dibatasi sejak penerapan Kebijakan Ekonomi Baru Malaysia pada tahun 1971. Anak-anak imigran Indonesia lahir di Malaysia dan memperoleh kewarganegaraan Malaysia dengan syarat dan ketentuan tertentu, tetapi tidak dianggap sebagai penduduk asli. Kondisi ini menimbulkan pertanyaan mengenai sejauh mana keterbatasan akses pendidikan berdampak terhadap kondisi sosial-ekonomi jangka panjang anak-anak tersebut. Oleh karena itu, artikel ini menganalisis dampak terhadap kondisi sosial-ekonomi anak-anak imigran Indonesia di Malaysia melalui wawancara mendalam dengan sepuluh informan yang menghadapi status serupa dan dipilih dari negara bagian dengan konsentrasi imigran Indonesia yang tinggi untuk mengamati dampak yang signifikan. Selain itu, analisis mendalam terhadap serangkaian kebijakan pembangunan yang diperkenalkan oleh pemerintah Malaysia juga akan dilakukan. Temuan penelitian menunjukkan bahwa keterbatasan yang ada berdampak signifikan terhadap mobilitas sosial-ekonomi mereka dalam jangka panjang. Selain itu, analisis terhadap kebijakan pembangunan Malaysia mengungkap bahwa sistem kuota berbasis etnis masih menjadi kendala utama dalam akses pendidikan tinggi bagi kelompok ini. Artikel ini memberikan kontribusi pada perdebatan berkelanjutan tentang hak atas pendidikan, kewarganegaraan, dan perubahan sosial-ekonomi di kalangan anak-anak imigran Indonesia di Malaysia. Diperlukan kebijakan yang lebih inklusif untuk memastikan akses yang lebih adil terhadap pendidikan tinggi.Unduhan
Referensi
Association of Southeast Asian Nations (ASEAN), ASEAN Declaration on Strengthening Education for Out-of-School Children and Youth, 6 September 2016 [https://asean.org/wp content/uploads/2016/09/ASEAN-Declaration-on-OOSCY_ADOPTED.pdf] accessed 29 September 2024
Bustami, Reevany, Suyatno, and Ismail Suardi Wekke. "Migrants in Nusantara: Indonesian and Malaysian Perspectives, Journal of Nusantara Studies (JONUS), 1, 2, (2016): 63-74. https://doi.org/10.24200/jonus.vol1iss2pp63-74. DOI: https://doi.org/10.24200/jonus.vol1iss2pp63-74
Current Population Estimates Malaysia 2023." Malaysia Department of Statistics. 2023. https://www.dosm.gov.my/portal-main/release-content/current-population-estimates-malaysia----2023
Economic Planning Unit, Second Malaysia Plan 1971-1975, (1971) Kuala Lumpur.
Emine Zendeli, The right to education as a fundamental human right. Contemporary Educational Researches 7, no. 6 (June 2017): 158-166. DOI: https://doi.org/10.18844/cerj.v7i4.2718
Flores Tanjung, "Awareness of History Nation Serumpun (Indonesia-Malaysia)," Culture without Borders, Advances in Social Science, Education and Humanities Research, (May 2019), Atlantis Press. DOI: https://doi.org/10.2991/icssis-18.2019.13
Hwok-Aun Lee, Affirmative action in Malaysia: Education and employment outcomes since the 1990s. Journal of Contemporary Asia 42 (May 2012): 230-254. doi: 10.1080/09500782.2012.668350 DOI: https://doi.org/10.1080/09500782.2012.668350
Jomo Kwame Sundaram, The New Economic Policy and Interethnic Relations in Malaysia. Jomo: Identities, Conflict and Cohesion Programme Paper Number 7. (2004). United Nations Research Institute for Social Development. Switzerland. ISSN 1020-8194.
Law of Malaysia, Immigration Act 1959/63 (Act 155), 2006. The Commissioner of Law Revision. Kuala Lumpur.
Lee Yok Fee, "Changes in Chinese's Political Involvement in Malaysia," . Pertanika J.Social Science & Humanities, 18, 1, (2010): 11-21.
Luqman Arif Abdul Karim, "Pengajian Pascasiswazah UiTM Boleh Dibuka kepada Bukan Bumiputera." Berita Harian Online. January 10, 2016. https://www.bharian.com.my/berita/nasional/2019/01/518437/pengajian-pascasiswazah-uitm-oleh-dibuka-kepada-bukan-bumiputera.
Martin Rudner, "The Malaysian General Election of 1969: A Political Analysis," Modern Asian Studies, 4, 1, (1970): 1-21. doi:10.1017/S0026749X00010957. DOI: https://doi.org/10.1017/S0026749X00010957
Mifedwil Jandra, Agus Sulaiman Djamil, Hussin Salamon, Anhar Ansyory and Moh. Damami Zein, "Identity and Culture Change of Javanese in Johor", UMRAN International Journal of Islamic and Civilizational Studies 3, no1 (October 2016): 1-9 DOI: https://doi.org/10.11113/umran2016.3n3-1.140
Mohd Sohaimi Esa, Irma Wani Othman, Sharifah Darmia, and Jais Abdul Hamid. "Menyingkap Sejarah Awal Dasar Ekonomi Baru: Pemacu Kepada Usaha Kelestarian Negara Bangsa," Journal of Islamic, Social, Economics and Development, 7, 47, (October 2022):338-349. doi:10.55573/JISED.074732.
Mohd Zain, Norliza, Velantina Aspah, Normazni Abdullah, and Mansoureh Ebrahimi. 2017. "Challenges and Evolution of Higher Education in Malaysia". UMRAN - International Journal of Islamic and Civilizational Studies, 4 (1-1). https://doi.org/10.11113/umran2017.4n1-1.207. DOI: https://doi.org/10.11113/umran2017.4n1-1.207
National Registration Department, The Malaysian Citizenship Determinant, 2023. Official Website of National Registration Department, Putrajaya. https://www.jpn.gov.my/my/.
Parthiban Muniandy, Ghost Lives of the Pendatang: Informality and Cosmopolitan Contaminations in Urban Malaysia, Kuala Lumpur: Palgrave Macmillan, Strategic Information and Research Development Centre, 2021. DOI: https://doi.org/10.1007/978-981-33-6200-0
Rafidah Mat Ruzki, "Tempat Terhad di UA 20000 Calon Layak Tak Dapat Tempat." Berita Harian Online. September 29, 2022. https://www.bharian.com.my/berita/nasional/2022/09/1006062/upu-tempat-terhad-di-ua-20000-calon-layak-tak-dapat-tempat.
Sana Loue, Defining the Immigrant: Handbook of Immigrant Health (Boston, MA: Spinger, 1998) https://doi.org/10.1007/978-1-4899-1936-6_2. DOI: https://doi.org/10.1007/978-1-4899-1936-6
The Commission of Law, Federal Constitution of Malaysia, (October 2020), Kuala Lumpur
Tunira Hasanah. "Potential Social Capital of Indonesian Immigrant in Malaysia: A Preliminary Research", Procedia - Social and Behavioral Sciences, (2015): 211, 383-389. DOI: https://doi.org/10.1016/j.sbspro.2015.11.050
Tunku Shamsul Bahrin. "The growth and distribution of the Indonesian population in Malaya," Bijdragen Tot de Taal-, Land- En Volkenkunde, 123, 2, (1967): 267-286. http://www.jstor.org/stable/27860866. DOI: https://doi.org/10.1163/22134379-90002906
Unduhan
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2025 Zuraedah Mohd Amin

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.
Penulis yang menerbitkan tulisan dalam jurnal ini merupakan pemegang hak cipta dan setuju untuk memberikan Jurnal HAM hak publikasi pertama yang dilisensikan di bawah ketentuan Creative Commons Attribution 4.0 International License (CC BY-NC ). Dengan demikian karya ini dapat digunakan secara bebas dengan pengakuan kepenulisan karya dan publikasi dalam jurnal ini.

Dilisensikan di bawah Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License












