Dua Dekade Kebebasan Akademik di Indonesia: Tantangan di Tengah Menguatnya Otoritarianisme dalam Model Barunya
DOI:
https://doi.org/10.30641/ham.2024.15.143-158Kata Kunci:
academic freedom movement, authoritarianism, digital rights, democracyAbstrak
Penelitian ini berfokus pada analisis diskursus pada peran gerakan kebebasan akademik di tengah otoritarianisme politik di Indonesia. Sejumlah sarjana berpendapat mengenai kemunduran demokrasi dan situasi otoriter saat ini. Tata kelola politik dewasa ini terjebak pada otoritarianisme politik yang memperburuk situasi kebebasan berekspresi, termasuk kebebasan akademik. Saat ini, salah satu serangan yang terjadi terkait dengan serangan siber yang menyasar jurnalis, akademisi, aktivis atau mahasiswa pembela hak asasi manusia dan lingkungan hidup, tokoh masyarakat adat, aktivis antikorupsi, dan kelompok perempuan. Artikel ini membahas pertama, bagaimana kebebasan akademik di kampus dibentuk oleh bangkitnya otoritarianisme politik di Indonesia; dan kedua, bagaimana kebebasan akademis telah dipengaruhi dan dengan mudah diserang seiring dengan bangkitnya otoritarianisme digital. Dengan menggunakan pendekatan interdisipliner, artikel ini berargumentasi bahwa terdapat keterkaitan yang kuat antara ancaman kebebasan akademik dengan menguatnya otoriterisme di Indonesia, khususnya dengan mendisiplinkan kampus melalui birokratisasi yang lebih sistematis. Sementara pada saat yang sama, kebebasan akademis dipengaruhi oleh kontrol yang lebih kuat dari rezim otoritarianisme dengan mengerahkan pasukan siber di ranah digital. Oleh karena itu, artikel ini juga membahas bagaimana instrumen hak asasi manusia dan lembaga-lembaganya dapat mendorong dan melindungi prinsip kebebasan akademik secara luas
Unduhan
Referensi
Aby, Stephen H., dan James C. Kuhn, ed. Academic Freedom: A Guide to the Literature. Connecticut: Greenwood Press, 2000.
Adiprasetio, Justito. "Under the shadow of the state: Media framing of attacks on West Papuan students on Indonesian online media." Pacific Journalism Review: Te Koakoa 26, no. 2 (30 November 2020): 242-60. https://doi.org/10.24135/pjr.v26i2.1124. DOI: https://doi.org/10.24135/pjr.v26i2.1124
Agusman, Damos Dumoli. Hukum Perjanjian Internasional: Kajian Teori Dan Praktik Indonesia. Bandung: Refika Aditama, 2017.
Altbach, Philip. "Franchising: The McDonaldization of Higher Education." International Higher Education, no. 66 (25 Maret 2015). https://doi.org/10.6017/ihe.2012.66.8582. DOI: https://doi.org/10.6017/ihe.2012.66.8582
Aspinall, Edward, dan Marcus Mietzner. "Indonesia's Democratic Paradox: Competitive Elections amidst Rising Illiberalism." Bulletin of Indonesian Economic Studies 55, no. 3 (2 September 2019): 295-317. https://doi.org/10.1080/00074918.2019.1690412. DOI: https://doi.org/10.1080/00074918.2019.1690412
Barendt, Eric. Academic Freedom and the Law: A Comparative Study. Oxford: Hart Publishing Ltd, 2010.
Bilgrami, Akeel R. Cole dan Jonathan. Who's Afraid of Academic Freedom. New York: Columbia University Press, 2015. DOI: https://doi.org/10.7312/columbia/9780231168809.001.0001
Bok, Derek. Universities in the Marketplace: The Commercialization of Higher Education. Princeton: Princeton University Press, 2003.
Carvalho, Edward J., dan David B. Downing. Academic Freedom in the Post-9/11 Era. Basingstoke: Palgrave Macmillan, 2010. DOI: https://doi.org/10.1057/9780230117297
CNN Indonesia. "Teror Dan Pembatalan Diskusi Mahasiswa Hukum UGM," 30 Mei 2020. https://www.cnnindonesia.com/nasional/20200530112959-20-508203/kronologi-teror-dan-pembatalan-diskusi-mahasiswa-hukum-ugm.
detiknews. "Geger Dua Pakar IPB Digugat Rp 3,51 Triliun," 11 Oktober 2018. https://news.detik.com/berita/d-4251414/geger-dua-pakar-ipb-digugat-rp-3-51-triliun.
Fakih, Farabi. "Akar-akar Kanan daripada Nasionalisme Indonesia: Nasionalisme Jawa dalam Konteks Kesejarahannya." Lembaran Sejarah 11, no. 1 (6 April 2017): 37. https://doi.org/10.22146/lembaran-sejarah.23782. DOI: https://doi.org/10.22146/lembaran-sejarah.23782
Fischer, Louis. "Academic Freedom and John Dewey." The High School Journal 60, no. 8 (Mei 1977): 379-86.
Graham, Nicole, Margaret Davies, dan Lee Godden. "Broadening Law's Context: Materiality in Socio-Legal Research." Griffith Law Review 26, no. 4 (2 Oktober 2017): 480-510. https://doi.org/10.1080/10383441.2017.1548001. DOI: https://doi.org/10.1080/10383441.2017.1548001
Gunadha, Reza, dan Bagaskara Isdiansyah. "Diskusi CLS FH UGM Batal karena Teror, Mahfud MD: Lapor ke Polisi." Suara.com, 30 Mei 2020. https://www.suara.com/news/2020/05/30/202926/diskusi-cls-fh-ugm-batal-karena-teror-mahfud-md-lapor-ke-polisi?ref=terkini_news_list_12.
Hadiz, Vedi R. "Indonesia's Year of Democratic Setbacks: Towards a New Phase of Deepening Illiberalism?" Bulletin of Indonesian Economic Studies 53, no. 3 (2 September 2017): 261-78. https://doi.org/10.1080/00074918.2017.1410311. DOI: https://doi.org/10.1080/00074918.2017.1410311
Human Rights Watch. "Turkey: Government Targeting Academics," 14 Mei 2018. https://www.hrw.org/news/2018/05/14/turkey-government-targeting-academics.
Juniarto, Damar, dan Anton Muhajir. "Indonesia Digital Rights Situation Report 2019." Southeast Asia Freedom of Expression Network (SAFEnet), 2019. https://safenet.or.id/wp-content/uploads/2020/10/Indonesia-Digital-Right-Situation-2019.pdf.
Karran, Terence. "Academic Freedom in Europe: Time for a Magna Charta?" Higher Education Policy 22, no. 2 (Juni 2009): 163-89. https://doi.org/10.1057/hep.2009.2. DOI: https://doi.org/10.1057/hep.2009.2
Kaukus Indonesia untuk Kebebasan Akademik. "RILIS Kebebasan Akademik ditengah Otoritarianisme Digital: Tren Pelanggaran Kebebasan Akademik 2023-2024 dan Masa Depannya," 7 Desember 2024. https://kika.or.id/2024/07/rilis-kebebasan-akademik-ditengah-otoritarianisme-digital-tren-pelanggaran-kebebasan-akademik-2023-2024-dan-masa-depannya/.
Koran Tempo. "Menguak Dampak Larangan Penelitian Lingkungan," 15 Juli 2023. https://koran.tempo.co/read/lingkungan/483215/dampak-larangan-penelitian-lingkungan.
Md, Moh. Mahfud. "Perspektif Politik dan Hukum Tentang Kebebasan Akademik dan Kritik Sosial." Unisia 17, no. 32 (23 November 1997): 33-43. https://doi.org/10.20885/unisia.vol17.iss32.art4. DOI: https://doi.org/10.20885/unisia.vol17.iss32.art4
Mietzner, Marcus. "Coercing Loyalty: Coalitional Presidentialism and Party Politics in Jokowi's Indonesia." Contemporary Southeast Asia 38, no. 2 (31 Agustus 2016): 209-32. https://doi.org/10.1355/cs38-2b. DOI: https://doi.org/10.1355/cs38-2b
Nagy, Rosemary. "Transformative Justice in a Settler Colonial Transition: Implementing the UN Declaration on the Rights of Indigenous Peoples in Canada." The International Journal of Human Rights 26, no. 2 (7 Februari 2022): 191-216. https://doi.org/10.1080/13642987.2021.1910809. DOI: https://doi.org/10.1080/13642987.2021.1910809
Nugraheny, Dian Erika, dan Diamanty Meiliana. "SAFEnet Sebut Kondisi Kebebasan Berekspresi di Indonesia Memburuk pada 2020." Kompas.com, 14 April 2021. https://nasional.kompas.com/read/2021/04/14/18434811/safenet-sebut-kondisi-kebebasan-berekspresi-di-indonesia-memburuk-pada-2020?page=all.
Pils, Eva, dan Marina Svensson. "Academic freedom is under threat around the world - here's how to defend it," 7 Oktober 2019. https://theconversation.com/academic-freedom-is-under-threat-around-the-world-heres-how-to-defend-it-118220. DOI: https://doi.org/10.64628/AB.7tfhn5tdc
Power, Thomas P. "Jokowi's Authoritarian Turn and Indonesia's Democratic Decline." Bulletin of Indonesian Economic Studies 54, no. 3 (2 September 2018): 307-38. https://doi.org/10.1080/00074918.2018.1549918. DOI: https://doi.org/10.1080/00074918.2018.1549918
Prakasa, Satria Unggul Wicaksana. "Menguji Kebebasan Akademik Di Indonesia." Dalam Prosiding Konferensi Online Hak Asasi Manusia, Kebudayaan Dan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan Indonesia Pada Masa Pandemi Covid-19: Tantangan Untuk Keilmuan Hukum Dan Sosial, 38-39. Jakarta: Universitas Pancasila, 2020.
"”"”"”. "Perdagangan Internasional dan HAM: Relasinya dengan Sustainable Development." Jurnal Hukum Novelty 9, no. 1 (27 Februari 2018): 36. https://doi.org/10.26555/novelty.v9i1.a9224. DOI: https://doi.org/10.26555/novelty.v9i1.a9224
Rosser, Andrew. "Higher Education in Indonesia: The Political Economy of Institution-Level Governance." Journal of Contemporary Asia 53, no. 1 (1 Januari 2023): 53-78. https://doi.org/10.1080/00472336.2021.2010120. DOI: https://doi.org/10.1080/00472336.2021.2010120
Ryan, Alan. "Academic Freedom and the "˜Truth Function.'" Dalam Why Academic Freedom Matters: A Response to Current Challenges, disunting oleh Cheryl Hudson dan Joanna Williams, 49-64. London: Civitas, 2016.
Scholars at Risk. Free to Think: Report of teh Scholars at Risk Academic Freedom Monitoring Project. New York: Scholars at Risk, 2019.
Siswohartono, Jadikan. Organisasi priyayi Jawa: telaah kritis terhadap kultur organisasi Universitas Harapan Bangsa 1964 - 1992. Jember: Kelompok Peduli Budaya dan Wisata Daerah Jatim, 2004.
Tamanaha, Brian Z. Realistic Socio-Legal Theory : Pragmatism and a Social Theory of Law. Oxford: Oxford University Press, 1997.
Tempo.co. "Polri Belum Temukan Unsur Pidana di Riset Ahli BPPT Widjo Kongko," 27 Desember 2018. https://nasional.tempo.co/read/1159295/polri-belum-temukan-unsur-pidana-di-riset-ahli-bppt-widjo-kongko.
Tempo.co. "Rektor Unair Jelaskan Pemberhentian dan Pengangkatan Kembali Prof Bus sebagai Dekan FK," 12 Juli 2024. https://nasional.tempo.co/read/1890627/rektor-unair-jelaskan-pemberhentian-dan-pengangkatan-kembali-prof-bus-sebagai-dekan-fk.
Tempo.co. "UI Tuding Pembicara Diskusi BEM UI soal Papua Tidak Layak," 7 Juni 2020. https://nasional.tempo.co/read/1350690/ui-tuding-pembicara-diskusi-bem-ui-soal-papua-tidak-layak/full&view=ok.
Tierney, William. "Academic Freedom and the Parameters of Knowledge." Harvard Educational Review 63, no. 2 (1 Juli 1993): 143-61. https://doi.org/10.17763/haer.63.2.5625h5mn0362hm00. DOI: https://doi.org/10.17763/haer.63.2.5625h5mn0362hm00
Tierney, William G. Higher Education for Democracy: The Role of the University in Civil Society. State University of New York Press, 2021. https://doi.org/10.1515/9781438484518. DOI: https://doi.org/10.1515/9781438484518
Tomaševski, Katarina. "Right to Education Primers No. 3 - Human rights obligations: making education available, accessible, acceptable and adaptable." Gothenburg: Novum Grafiska AB, 2001. https://www.right-to-education.org/sites/right-to-education.org/files/resource-attachments/Tomasevski_Primer%203.pdf.
Verger, Antoni. "GATS and Higher Education: State of Play of the Liberalization Commitments." Higher Education Policy 22, no. 2 (Juni 2009): 225-44. https://doi.org/10.1057/hep.2008.28. DOI: https://doi.org/10.1057/hep.2008.28
Vrielink, Jogchum, Paul Lemmens, dan Stephan Parmentier. "Academic Freedom as a Fundamental Right." Procedia - Social and Behavioral Sciences 13 (2011): 117-41. https://doi.org/10.1016/j.sbspro.2011.03.009. DOI: https://doi.org/10.1016/j.sbspro.2011.03.009
Ward, Sophie. "Education at the End of History: A Response to Francis Fukuyama." Educational Philosophy and Theory 53, no. 2 (28 Januari 2021): 160-70. https://doi.org/10.1080/00131857.2020.1767073. DOI: https://doi.org/10.1080/00131857.2020.1767073
Wicaksana Prakasa, Satria Unggul. "Anti-Corruption Survivor, Academic Freedom, and the Challenges." PETITA: Jurnal Kajian Ilmu Hukum dan Syariah 4, no. 2 (28 November 2019). https://doi.org/10.22373/petita.v4i2.22. DOI: https://doi.org/10.22373/petita.v4i2.22
Winters, Jeffrey A. Oligarchy. 1 ed. Cambridge University Press, 2011. https://doi.org/10.1017/CBO9780511793806. DOI: https://doi.org/10.1017/CBO9780511793806
Wiratraman, Herlambang P. "Pemilu Dan Neo-Otoritarianisme." Dalam Prosiding Konferensi Nasional Hukum Tata Negara Ke-5: Tantangan Menjaga Daulat Rakyat Dalam Pemilihan Umum, 98-110. Batusangkar: Pusat Studi Konstitusi, 2018.
Wiratraman, Herlambang Perdana. "Marginalised Academics under Joko Widodo's Authoritarian Politics." Dalam Marginalisation and Human Rights in Southeast Asia, disunting oleh Al Khanif dan Khoo Ying Hooi, 1 ed., 187-206. London: Routledge, 2022. https://doi.org/10.4324/9781003331858-14. DOI: https://doi.org/10.4324/9781003331858-14
Wiratraman, Herlambang Perdana, dan Eileen Hanrahan. "Exclusionary Nationalism as Institutionalised Racism: Inconsistencies within the Indonesian Justice System." Australian Journal of Asian Law 24, no. 2 (28 November 2023): 81-99.
Yasin, Muhammad. "Bisakah Ahli Digugat Perdata karena Keterangannya?" Hukum Online, 22 Juni 2021. https://www.hukumonline.com/stories/article/lt60d05b01b6752/bisakah-ahli-digugat-perdata-karena-keterangannya.
Zamroni, M. Imam. "Industrialisasi Pendidikan Tinggi." Unisia 31, no. 67 (16 Maret 2008): 77-87. https://doi.org/10.20885/unisia.vol31.iss67.art8. DOI: https://doi.org/10.20885/unisia.vol31.iss67.art8
Unduhan
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2024 Herlambang Perdana Wiratraman, Satria Unggul Wicaksana Prakasa

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.
Penulis yang menerbitkan tulisan dalam jurnal ini merupakan pemegang hak cipta dan setuju untuk memberikan Jurnal HAM hak publikasi pertama yang dilisensikan di bawah ketentuan Creative Commons Attribution 4.0 International License (CC BY-NC ). Dengan demikian karya ini dapat digunakan secara bebas dengan pengakuan kepenulisan karya dan publikasi dalam jurnal ini.

Dilisensikan di bawah Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License












