Tindak Pidana Kesusilaan dalam KUHP 2023: Perspektif Kelompok Agama Minoritas
DOI:
https://doi.org/10.30641/ham.2025.16.61-76Kata Kunci:
tindak pidana kesusilaan, KUHP 2023, minoritas, agama minoritasAbstrak
Indonesia merupakan negara yang terdiri dari berbagai etnis dan agama termasuk kepercayaan. Pluralisme berdampak terhadap cara pandang masyarakat atas berbagai perilaku, khususnya perilaku yang dipandang tidak bermoral. KUHP 2023 menggunakan argumentasi "kebijakan atas dasar moral" untuk memperluas definisi perzinaan dan mengkriminalisasi perbuatan hidup bersama tanpa pernikahan (kohabitasi) sebagai tindak pidana kesusilaan. Dalam proses perumusannya kedua tindak pidana tersebut termasuk tindak pidana yang dikategorikan sebagai "tindak pidana bermasalah". Kelompok pro berpendapat bahwa pengaturan tindak pidana kesusilaan ini sejalan dengan nilai moral dan agama masyarakat Indonesia; sebaliknya kelompok kontra berpendapat bahwa pengaturan terhadap dua perbuatan ini menunjukkan tindakan berlebihan yang dilakukan oleh negara dalam mencampuri kebebasan warganegaranya, terutama kelompok agama minoritas. Perzinaan dan kohabitasi adalah dua tindak pidana yang memiliki hubungan erat dengan perkawinan. Perkawinan sampai saat ini masih merupakan persoalan yang kontroversial di Indonesia, yang mana tidak sebatas persoalan administrative melainkan juga menyangkut persoalan agama atau kepercayaan. Ketidajelasan penafsiran "perkawinan" berdampak pada kelompok agama minoritas yang belum terdaftar secara administrative, termasuk pola-pola perkawinan yang dianggap bertentangan dengan konsep moral, agama atau kepercayaan, sehingga berpotensi dituntut berdasarkan dua tindak pidana perzinaan dan kohabitasi. Oleh karena itu artikel ini akan membahas sejauh mana dampak implementasi kedua tindak pidana tersebut terhadap kelompok agama minoritas.
Unduhan
Referensi
Abbas, Salbia, Muhammad Latif, and Razia Anjum. "Unveiling the Veil: Understanding the Impact of Adultery and Fornication on Societal Discontent and Remedies Suggested in a Pakistani Context: A Comprehensive Study." Journal of Development and Social Sciences 4, no. 4 (December 31, 2023): 465-79. https://doi.org/10.47205/jdss.2023(4-IV)42. DOI: https://doi.org/10.47205/jdss.2023(4-IV)42
Ali, Mahrus, Irwan Hafid, and Kurnia Dewi Anggraeny. "Criminalization Based on the Principle of Human Rights Limitation." Jurnal Hukum Novelty 13, no. 1 (July 22, 2022): 98-108. https://doi.org/10.26555/novelty.v13i1.a23606. DOI: https://doi.org/10.26555/novelty.v13i1.a23606
Amri, Indrawan Fajar Bin Zaufi, and M. Dachran S. Busthami. "Adultery in the Perspective of Islamic Law and the Criminal Law Legislation a Comparative Study." IOSR Journal Of Humanities And Social Science 23, no. 2 (2018): 51-55. https://doi.org/10.9790/0837-2302015155.
Badan Pembinaan Hukum Nasional. "Naskah Akademik Rancangan Undang-Undang Tentang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP)," 2015.
Bagir, Zainal Abidin, Asfinawati, Suhadi, and Renata Arianingtyas. Membatasi Tanpa Melanggar:Hak Kebebasan Beragama Atau Berkeyakinan. Yogyakarta: CRCS, 2019.
Belinda, Yohana. "As Indonesia Plans to Criminalize Cohabitation, Cohabiting Partners Share Their Stories." thejakartapost.com, January 13, 2023. https://www.thejakartapost.com/paper/2023/01/13/as-indonesia-plans-to-criminalize-cohabitation-cohabiting-partners-share-their-stories.html.
Butt, Simon "Indonesia's new Criminal Code: indigenising and democratising Indonesian criminal law?", Griffith Law Review, 2023, 32:2, 190-214, DOI: 10.1080/10383441.2023.2243772 DOI: https://doi.org/10.1080/10383441.2023.2243772
Cohen, Morris R. "Moral Aspects of the Criminal Law." The Yale Law Journal 49, no. 6 (April 1940): 987-1026. https://doi.org/10.2307/792227. DOI: https://doi.org/10.2307/792227
Emeng, Gideon Imoke. "The Social Problem of Cohabitation." Pinisi Journal of Art, Humanity and Social Studies 1, no. 4 (2021): 36-43.
Ghanea, N. "Are Religious Minorities Really Minorities?" Oxford Journal of Law and Religion 1, no. 1 (April 1, 2012): 57-79. https://doi.org/10.1093/ojlr/rwr029. DOI: https://doi.org/10.1093/ojlr/rwr029
Ginting, Girlie. L.A. Modul KUHP 2023:Tindak Pidana Kohabitasi. Jakarta: ICJR, 2024. https://reformasikuhp.org/data/wp-content/uploads/2024/03/E-book-Modul-Kohabitasi.pdf.
Hafrida, Haryadi, Tri Imam Munandar, Dessy Rakhmawati, and Noor Aida Bt Ab. Kadir. "Students' Perception of the Criminalization of Cohabitation (Kumpul Kebo) in Indonesia: From Quantitative to Normative Analysis." Jambe Law Journal 7, no. 1 (July 22, 2024): 127-47. https://doi.org/10.22437/home.v7i1.340. DOI: https://doi.org/10.22437/home.v7i1.340
Hairi, Prianter Jaya. "Kriminalisasi Tindak Pidana Perzinaan dalam RUU KUHP." Info Singkat:Kajian Singkat Terhadap Isu Aktual dan Strategis IX, no. 17/I/Puslit/September/2019 (2019): 1-6.
Hasan, Noorhaidi and Maufur, eds. Membela Hak-Hak Masyarakat Rentan: Ham, Keragaman Agama Dan Isu-Isu Keluarga. Yogyakarta: Pascasarjana UIN Sunan Kalijaga Press, 2021. https://digilib.uin-suka.ac.id/id/eprint/48373/1/Membela%20Hak-Hak%20Masyarakat%20Rentan.pdf.
Hukum Online. "Komnas Perempuan-ICJR Tolak Perluasan Pasal Kesusilaan," 2016. https://www.hukumonline.com/berita/a/komnas-perempuan-icjr-tolak-perluasan-pasal-kesusilaan-lt57c57cd11b227/.
Januarsyah, Mas Putra Zenno, Dwidja Priyatno, Somawijaya, and Widiada Gunakaya. "The Renewal Policy of the Adultery Concept in Article 411 of the Law Number 1 of 2023 on the Criminal Code." PJIH 10, no. 1 (2023): 1-16. https://doi.org/10.22304/pjih.v10n1.a1. DOI: https://doi.org/10.22304/pjih.v10n1.a1
Khanif, Al. Hukum Dan Kebebasan Beragama Di Indonesia. Yogyakarta: LaksBang Mediatama, 2010.
Kusnandar, Viva Budi. "Lebih Dari 102 Ribu Penduduk Indonesia Menganut Aliran Kepercayaan Pada Juni 2021." databoks.katadata.com, 2021. https://databoks.katadata.co.id/demografi/statistik/fc661f846d7069e/lebih-dari-102-ribu-penduduk-indonesia-menganut-aliran-kepercayaan-pada-juni-2021.
Luthan, Salman. "Asas Dan Kriteria Kriminalisasi." Jurnal Hukum Ius Quia Iustum 16, no. 1 (January 2009): 1-17. https://doi.org/10.20885/iustum.vol16.iss1.art1. DOI: https://doi.org/10.20885/iustum.vol16.iss1.art1
Moeliono, Tristam Pascal, trans. Terjemahan Beberapa Bagian Risalah Pembahasan Wetboek van Strafrecht Dan Wetboek van Strafrecht Voor Nederlandsch Indie: KUHP Belanda Dan KUHP Indonesia. Jakarta: ICJR, 2021. https://www.icjr.or.id/wp-content/uploads/2021/12/8-Des-2021-Final-Draft-Kompilasi-Final-Naskah-Terjemahan-MvT-WvS.pdf.
Office of the High Commissioner, United Nation Human Rights. "The Inclusion Of Religious Minorities In Consultative And Decision-Making Bodies," September 2014. https://www.ohchr.org/sites/default/files/Documents/Issues/Minorities/Religious_minorities.pdf.
Rofii, Ahmad, and Nadirsyah Hosen. "The Constitutionalization of "˜Religious Values' in Indonesia." In Constitutional Democracy in Indonesia, edited by Melissa Crouch, 1st ed., 241-60. Oxford University PressOxford, 2022. https://doi.org/10.1093/oso/9780192870681.003.0012. DOI: https://doi.org/10.1093/oso/9780192870681.003.0012
Rozah, Umi, and Erlyn Indarti. "Delik Zina: Unsur Substansial Dan Penyelesaiannya Dalam Masyarakat Adat Madura." Masalah-Masalah Hukum 48, no. 4 (October 16, 2019): 366. https://doi.org/10.14710/mmh.48.4.2019.366-375. DOI: https://doi.org/10.14710/mmh.48.4.2019.366-375
Rozi, Zulfiqar Bhisma Putra. "Perkembangan Delik Zina Dalam Yurisprudensi Hukum Pidana." Veritas et Justitia 5, no. 2 (December 27, 2019): 286-301. https://doi.org/10.25123/vej.3612. DOI: https://doi.org/10.25123/vej.3612
Shah, Dian AH. "Constitution-Building and Constitutional Culture: The Case of Malaysia." Melbourne Forum on Constitution Building, Constitution Transformation Network, 2018. https://law.unimelb.edu.au/__data/assets/pdf_file/0007/2987953/Malaysia-DianShah.pdf.
Stausberg, Michael, Erica Baffelli, and Alexander Van Der Haven. "Religious Minorities: Conceptual Perspectives." Berlin, Boston: De Gruyter, 2023. https://doi.org/10.1515/rmo.23389320. DOI: https://doi.org/10.1515/rmo.23389320
Sucahyo, Nurhadi. "Salah Paham Pasal Zina Dan "Kumpul Kebo' Di KUHP." voaindonesia.com. Accessed April 28, 2025. https://www.voaindonesia.com/a/salah-paham-pasal-zina-dan-kumpul-kebo-di-kuhp-/6875694.html.
Sulistyowati, Irianto. "Memperkenalkan Studi Sosio Legal Dan Implikasi Metodologisnya." In Metode Penelitian Hukum: Konstelasi Dan Refleksi, edited by Sulistyowati Irianto and Sidharta, 173-90. Jakarta: Yayasan Obor Indonesia, 2011.
tempo.co. "Makin Sulit Menikah Beda Agama," August 6, 2023. https://www.tempo.co/arsip/tahapan-menikah-beda-agama-822159.
United Nations. "Minorities: Inclusion Not Stereotyping." un.org. Accessed April 28, 2025. https://www.un.org/en/fight-racism/vulnerable-groups/minorities.
Wahyuningsih, Nunung Dian. "Perbandingan Hukum Perzinahan dalam UU No. 1 Tahun 2023 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) dengan Hukum Islam." JOLSIC 11, no. 2 (2023): 97-108. https://dx.doi.org/10.20961/jolsic.v11i2.76466. DOI: https://doi.org/10.20961/jolsic.v11i2.76466
William, Barnty. "Cohabiting Couples: Insights into Relationship Dynamics and Challenges," December 2024. https://www.researchgate.net/publication/387060290_Cohabiting_Couples_Insights_into_Relationship_Dynamics_and_Challenges#fullTextFileContent.
Unduhan
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2025 Nella Sumika Putri

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.
Penulis yang menerbitkan tulisan dalam jurnal ini merupakan pemegang hak cipta dan setuju untuk memberikan Jurnal HAM hak publikasi pertama yang dilisensikan di bawah ketentuan Creative Commons Attribution 4.0 International License (CC BY-NC ). Dengan demikian karya ini dapat digunakan secara bebas dengan pengakuan kepenulisan karya dan publikasi dalam jurnal ini.

Dilisensikan di bawah Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License












