Menuju Kecerdasan Buatan yang Non-Diskriminatif dalam Layanan Kesehatan: Memastikan Akses dan Pemanfaatan yang Setara bagi Wilayah Perdesaan dan Tertinggal

Penulis

  • Ris Heskiel Najogi Sitinjak Community Health Data Improvement Program (CHIP), Indonesia; Institute for Global Health, University College London, United Kingdom
  • Silvi May Angelia Purba Community Health Data Improvement Program (CHIP); Faculty of Medicine, Riau University; Arifin Achmad General Hospital, Indonesia
  • Salma Majidah Community Health Data Improvement Program (CHIP), Indonesia
  • Natasya Anggraeni Azis Community Health Data Improvement Program (CHIP), Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.30641/ham.2025.16.177-196

Kata Kunci:

artificial intelligence, social determinants of health, rural and underdeveloped areas, marginalization, equity in development

Abstrak

Hak untuk menikmati derajat kesehatan setinggi-tingginya merupakan salah satu hak asasi manusia yang paling mendasar. Kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) merupakan inovasi revolusioner dengan potensi besar untuk mempercepat kemajuan lintas sektor, termasuk dalam bidang kesehatan. Namun demikian, ketergantungan AI terhadap ketersediaan data, tata kelola, infrastruktur, serta kapasitas teknis berpotensi melanggengkan bias terhadap kelompok yang kurang terwakili dan memperdalam kesenjangan yang telah ada. Tulisan ini membahas berbagai strategi untuk membangun kerangka kerja AI yang adil, inklusif, dan berorientasi kemanusiaan, yang tidak hanya meningkatkan mutu layanan kesehatan, tetapi juga menjamin kesetaraan akses dan pemanfaatan bagi masyarakat di wilayah perdesaan dan tertinggal (rural and underdeveloped areas/RUAs). Kajian ini menggunakan pendekatan tinjauan naratif melalui pencarian terarah pada basis data ilmiah dan sumber-sumber tepercaya dari April hingga Juni 2024, dengan kata kunci seperti “kesehatan sebagai hak asasi manusia”, “AI dan kesehatan”, “AI di wilayah pedesaan”, “AI dan ketimpangan”, “pembangunan pedesaan”, serta “AI dan determinan sosial kesehatan”. Hasil tinjauan menunjukkan bahwa pengaruh AI terhadap masyarakat di RUAs sangat luas, di mana mereka kerap mengalami marginalisasi akibat keterbatasan spasial dan sosial ekonomi. Kondisi ini semakin diperparah oleh ketimpangan perkembangan teknologi dan kebutuhan akan keterampilan khusus di berbagai wilayah. Peningkatan kesetaraan data kesehatan di RUAs dapat dicapai melalui penguatan inovasi sosial yang disertai partisipasi aktif masyarakat dan pengembangan kapasitas sumber daya manusia. Dalam konteks ini, program pelatihan yang terarah serta kolaborasi antara lembaga pendidikan, penyedia layanan kesehatan, dunia kerja, dan serikat pekerja menjadi kunci untuk memberdayakan tenaga kerja di RUAs agar mampu beradaptasi dengan sistem kesehatan berbasis AI yang terus berkembang. Pada akhirnya, AI yang ideal dan bebas bias harus menjamin hak atas kesehatan melalui penerapan prinsip inklusivitas dan non-diskriminasi, keberlanjutan di tingkat komunitas, serta kepatuhan terhadap nilai-nilai etika.

Unduhan

Data unduhan belum tersedia.

Referensi

Abouelmehdi, Karim, Abderrahim Beni-Hessane, and Hayat Khaloufi. "Big Healthcare Data: Preserving Security and Privacy." Journal of Big Data 5, no. 1 (2018/01/09 2018): 1. DOI: https://doi.org/10.1186/s40537-017-0110-7

Abu-Salih, Bilal, Pornpit Wongthongtham, Kevin Coutinho, Raneem Qaddoura, Omar Elshaweesh, and Mohammad Wedyan. "The Development of a Road Network Flood Risk Detection Model Using Optimised Ensemble Learning." Engineering Applications of Artificial Intelligence 122 (03/14 2023): 106081. DOI: https://doi.org/10.1016/j.engappai.2023.106081

Ahmed, Mohamed Ali Ag, Soumaila Laye Diakite, Koman Sissoko, Marie-Pierre Gagnon, and Sylvie Charron. "Factors Explaining the Shortage and Poor Retention of Qualified Health Workers in Rural and Remote Areas of the Kayes, Region of Mali: A Qualitative Study." Rural and Remote Health 20, no. 3 (2020).

Akhtar, Mohammad Amir Khusru, Mohit Kumar, and Anand Nayyar. "Ensuring Fairness and Non-Discrimination in Explainable Ai." In Towards Ethical and Socially Responsible Explainable Ai: Challenges and Opportunities, edited by Mohammad Amir Khusru Akhtar, Mohit Kumar and Anand Nayyar, 165-92. Cham: Springer Nature Switzerland, 2024. DOI: https://doi.org/10.1007/978-3-031-66489-2_6

Alayande, Ayantola. "Generative Ai in Low-Resourced Contexts: Considerations for Innovators and Policymakers." Bennett Institute for Public Policy, https://www.bennettinstitute.cam.ac.uk/blog/ai-in-low-resourced-contexts/.

Amisha, Paras Malik, Monika Pathania, and Vyas Kumar Rathaur. "Overview of Artificial Intelligence in Medicine." Journal of Family Medicine and Primary Care 8, no. 7 (2019): 2328-31. DOI: https://doi.org/10.4103/jfmpc.jfmpc_440_19

Arfianto, Arif, and Ahmad Balahmar. "Pemberdayaan Masyarakat Dalam Pembangunan Ekonomi Desa." JKMP (Jurnal Kebijakan dan Manajemen Publik) 2 (11/07 2016): 53. DOI: https://doi.org/10.21070/jkmp.v2i1.408

Arora, G., J. Joshi, R. S. Mandal, N. Shrivastava, R. Virmani, and T. Sethi. "Artificial Intelligence in Surveillance, Diagnosis, Drug Discovery and Vaccine Development against Covid-19." [In eng]. Pathogens 10, no. 8 (Aug 18 2021). DOI: https://doi.org/10.3390/pathogens10081048

Ashique, S., N. Mishra, S. Mohanto, A. Garg, F. Taghizadeh-Hesary, B. H. J. Gowda, and D. K. Chellappan. "Application of Artificial Intelligence (Ai) to Control Covid-19 Pandemic: Current Status and Future Prospects." [In eng]. Heliyon 10, no. 4 (Feb 29 2024): e25754. DOI: https://doi.org/10.1016/j.heliyon.2024.e25754

Assembly, United Nations General. "Digital Innovation, Technologies, and the Right to Health: Report of the Special Rappoteur on the Right of Everyone to the Enjoyment of the Highest Attainable Standard of Physical and Mental Health." Paris: United Nations, 2023.

———. "Universal Declaration of Human Rights." Paris: United Nations, 1948.

Awasthi, R., K. K. Guliani, S. A. Khan, A. Vashishtha, M. S. Gill, A. Bhatt, A. Nagori, et al. "Vacsim: Learning Effective Strategies for Covid-19 Vaccine Distribution Using Reinforcement Learning." [In eng]. Intell Based Med 6 (2022): 100060. DOI: https://doi.org/10.1016/j.ibmed.2022.100060

Backman, Isabella. "Eliminating Racial Bias in Health Care Ai: Expert Panel Offers Guidelines." Yale School of Medicine, https://medicine.yale.edu/news-article/eliminating-racial-bias-in-health-care-ai-expert-panel-offers-guidelines/.

Bekemeier, B., S. Park, U. Backonja, I. Ornelas, and A. M. Turner. "Data, Capacity-Building, and Training Needs to Address Rural Health Inequities in the Northwest United States: A Qualitative Study." [In eng]. J Am Med Inform Assoc 26, no. 8-9 (Aug 1 2019): 825-34. DOI: https://doi.org/10.1093/jamia/ocz037

Bock, Bettina. "Rural Marginalisation and the Role of Social Innovation: A Turn Towards Nexogenous Development and Rural Reconnection." Sociologia Ruralis 56 (12/01 2015): n/a-n/a. DOI: https://doi.org/10.1111/soru.12119

Bock, Bettina, Katalin Kovács, and Mark Shucksmith. "Changing Social Characteristics, Patterns of Inequality and Exclusion." 193-211, 2014.

Diterbitkan

2025-12-18

Cara Mengutip

Sitinjak, Ris Heskiel Najogi, Silvi May Angelia Purba, Salma Majidah, dan Natasya Anggraeni Azis. “Menuju Kecerdasan Buatan Yang Non-Diskriminatif Dalam Layanan Kesehatan: Memastikan Akses Dan Pemanfaatan Yang Setara Bagi Wilayah Perdesaan Dan Tertinggal”. Jurnal HAM 16, no. 3 (Desember 18, 2025): 177–196. Diakses November 1, 2026. https://lawpolicyjournal.id/index.php/ham/article/view/5236.

Terbitan

Bagian

Artikel

Artikel Serupa

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 > >> 

Anda juga bisa Mulai pencarian similarity tingkat lanjut untuk artikel ini.