Perintah Struktural sebagai Upaya Pemulihan Yudisial atas Pelanggaran Hak-Hak Sosial dan Ekonomi: Pembelajaran dari Changing Tides 74 (Pty) Ltd v City of Johannesburg
DOI:
https://doi.org/10.30641/ham.2026.17.35-52Kata Kunci:
perbuatan melawawan hukum, hak konstitusional, penggusuran, pendudukan tanpa hak, hak atas kekayaanAbstrak
Tulisan ini menganalisis putusan Pengadilan Tinggi dalam perkara Changing Tides 74 (Pty) Ltd v City of Johannesburg, sebuah putusan penting mengenai persinggungan antara perbuatan melawan hukum, hak konstitusional, dan tanggung jawab negara atas kegagalan mematuhi perintah pengadilan untuk menyediakan hunian alternatif bagi para penghuni ilegal. Sengketa ini timbul akibat kegagalan Pemerintah Kota Johannesburg untuk melaksanakan perintah pengadilan tahun 2012 yang mewajibkan Kota menyediakan hunian darurat bagi para penghuni tanpa hak sebelum penggusuran dilakukan. Kegagalan tersebut mengakibatkan pemohon menderita kerugian ekonomi yang signifikan karena harus menanggung penyediaan tempat tinggal bagi para penghuni tersebut selama tiga tahun. Pengadilan menyatakan Kota bertanggung jawab atas kegagalannya secara melawan hukum dan lalai dalam mematuhi perintah pengadilan tahun 2012 tersebut. Pengadilan juga menyatakan bahwa tindakan tersebut melanggar baik hak atas kekayaan pemohon maupun hak atas akses terhadap perumahan bagi para penghuni. Dengan menggunakan metode penelitian hukum doktrinal, kajian ini menilai secara kritis daya laku perintah struktural (structural interdicts), menegaskan cakupan delik konstitusional, serta menekankan kembali akuntabilitas keuangan pemerintah daerah yang gagal mematuhi perintah pengadilan. Penelitian ini juga memperjelas batas kewajiban entitas pemerintah terkait pemenuhan hak-hak sosial dan ekonomi. Dengan mengabulkan ganti rugi lebih dari 12 juta ZAR serta membebankan biaya perkara yang bersifat menghukum, pengadilan menetapkan preseden yang kuat bagi kepatuhan negara terhadap kewajiban hak-hak sosial dan ekonomi. Tulisan ini juga mempertimbangkan implikasi sosial-politik yang lebih luas dari putusan tersebut, khususnya potensinya dalam mendorong reformasi tata kelola pemerintahan daerah, penegakan hak asasi manusia, serta hubungan antarpemerintah dalam penyelenggaraan layanan publik.
Unduhan
Referensi
Chekol, AT, and I Dogan. “Championing Human Rights: Normative Insights into the African Charter on Human and Peoples' Rights.” Beijing Law Review 15 (2024): 1598. DOI: https://doi.org/10.4236/blr.2024.153094
City of Johannesburg Metropolitan Municipality v Blue Moonlight Properties 39 (Pty) Ltd and Another 2012 (2) BCLR 150 (CC); 2012 (2) SA 104 (CC).
Constitution of the Republic of South Africa, 1996.
Dworkin, Ronald. Taking Rights Seriously. London: A&C Black, 2013.
Ellickson, Robert C. “The Untenable Case for an Unconditional Right to Shelter.” Harvard Journal of Law and Public Policy 15 (1992): 17.
General Comment No. 3 on the Nature of States Parties’ Obligations (Art. 2, para. 1) of the International Covenant on Economic, Social and Cultural Rights, 1990.
General Comment No. 4 on the Right to Adequate Housing (Art. 11(1) of the Covenant), 1991.
International Covenant on Civil and Political Rights, 1966.
International Covenant on Economic, Social and Cultural Rights, 1966.
Kandala, LJJ, and F Moffat. “The Effectiveness of the African Union’s Mechanisms in Preventing and Combatting Corruption and the Commitment to Achieve Development Agendas 2030 and 2063.” African Studies Quarterly 22, no. 3 (2024): 40. DOI: https://doi.org/10.32473/asq.22.3.137245
Kurasha, PK. The Ratification of the International Covenant on Economic, Social and Cultural Rights in South Africa. LLM thesis, University of Pretoria, 2016.
Marcus, Gilbert. A Strategic Evaluation of Public Interest Litigation in South Africa. Johannesburg: The Atlantic Philanthropies, 2008.
Mazibuko and Others v City of Johannesburg and Others 2010 (3) BCLR 239 (CC); 2010 (4) SA 1 (CC).
Minister of Health v Treatment Action Campaign (No 2) 2002 (5) SA 721 (CC).
National Coalition for Gay and Lesbian Equality v Minister of Justice 1999 (1) SA 6 (CC).
Nembo, LJ, and U Luvhengo. “Is Amending Section 25 of the South African Constitution an End to the Land Reform Debate?” In Global Jurisprudential Apartheid in the Twenty-First Century: Universalism and Particularism in International Law, edited by EY Vubo, 285–. Lanham: Lexington Books, 2021. DOI: https://doi.org/10.5040/9781666988987.ch12
Occupiers of 51 Olivia Road, Berea Township and 197 Main Street Johannesburg v City of Johannesburg and Others 2008 (3) SA 208 (CC); 2008 (5) BCLR 475 (CC).
Port Elizabeth Municipality v Various Occupiers 2005 (1) SA 217 (CC); 2004 (12) BCLR 1268 (CC).
Purohit and Another v The Gambia, Communication 241/2001, [2003] ACHPR 49 (May 29, 2003).
Social and Economic Rights Action Centre (SERAC) and Another v Nigeria (2001) AHRLR 60 (ACHPR 2001).
Soobramoney v Minister of Health (KwaZulu-Natal) 1998 (1) SA 765 (CC); 1997 (12) BCLR 1696 (CC).
Telematrix (Pty) Ltd t/a Matrix Vehicle Tracking v Advertising Standards Authority [2006] 1 All SA 6 (SCA); 2006 (1) SA 461 (SCA).
The Government of the Republic of South Africa v Grootboom 2001 (1) SA 46 (CC); 2000 (11) BCLR 1169 (CC).
United Nations. Universal Declaration of Human Rights. 1948.
United Nations Human Settlements Programme (UN-Habitat). Global Urban Observatory Programme and Habitat Agenda.
Viljoen, Frans, and Nicholas Orago. “An Argument for South Africa's Accession to the Optional Protocol to the International Covenant on Economic, Social and Cultural Rights in the Light of Its Importance and Implications.” Potchefstroom Electronic Law Journal 17, no. 6 (2014): 2555. DOI: https://doi.org/10.4314/pelj.v17i6.09
Wesson, Murray. “Grootboom and Beyond: Reassessing the Socio-Economic Jurisprudence of the South African Constitutional Court.” South African Journal on Human Rights 20, no. 2 (2004): 284. DOI: https://doi.org/10.1080/19962126.2004.11864820
Unduhan
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Kategori
Lisensi
Hak Cipta (c) 2026 Lupwana Jean Jacques Kandala, Carlos Joel Tchawouo Mbiada

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.
Penulis yang menerbitkan tulisan dalam jurnal ini merupakan pemegang hak cipta dan setuju untuk memberikan Jurnal HAM hak publikasi pertama yang dilisensikan di bawah ketentuan Creative Commons Attribution 4.0 International License (CC BY-NC ). Dengan demikian karya ini dapat digunakan secara bebas dengan pengakuan kepenulisan karya dan publikasi dalam jurnal ini.

Dilisensikan di bawah Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License












