Konstitusionalitas Pernikahan Poligami Muslim di Uganda: Sebuah Komentar atas Perkara Women's Probono Initiative melawan Jaksa Agung (Permohonan Konstitusional No. 12 Tahun 2021) [2025] UGCC 6 (10 Juli 2025)
DOI:
https://doi.org/10.30641/ham.2026.17.21-34Kata Kunci:
Muslim, adat, poligami, Uganda, poliandri, perceraian, pernikahan, poliginiAbstrak
Konstitusi Uganda (1995) tidak secara eksplisit mengizinkan maupun melarang poligami. Namun, sejarah pembuatannya menunjukkan bahwa para delegasi menyadari bahwa sebagian warga Uganda berada dalam hubungan poligami (terutama poligini). Baik Undang-Undang Perkawinan Adat (Pendaftaran) maupun Undang-Undang Perkawinan dan Cerai Muslim tidak secara eksplisit mengatur poligami. Namun, perkawinan adat dan Muslim berpotensi bersifat poligami, dan terdapat banyak kasus di mana pria dalam perkawinan semacam itu memiliki beberapa istri. Tidak ada kelompok etnis atau agama di Uganda yang mempraktikkan poliandri. Berbeda dengan beberapa negara Afrika, di Uganda poliandri bukanlah tindak pidana. Pertanyaan penelitian yang akan dijawab dalam makalah ini adalah apakah poligami konstitusional. Dengan kata lain, apakah konstitusi dapat diinterpretasikan sebagai memperbolehkan poligami. Dalam kasus Women's Probono Initiative v Attorney General (2025), Mahkamah Konstitusi Uganda menangani pertanyaan apakah pernikahan poligami (baik adat maupun Muslim) bertentangan dengan konstitusi dengan alasan, antara lain, bahwa hal tersebut mendiskriminasi perempuan (misalnya, dengan tidak memperbolehkan poligami); hal tersebut merupakan penyiksaan, dan melanggar hak atas martabat manusia. Mahkamah juga membahas pertanyaan apakah hukum Islam yang mengatur bahwa seorang istri mewarisi lebih sedikit daripada suaminya bersifat diskriminatif. Mahkamah menjawab semua pertanyaan di atas dengan jawaban negatif. Dalam artikel ini, penulis berargumen bahwa Mahkamah menafsirkan Konstitusi dengan benar. Namun, penulis mengusulkan cara-cara di mana putusan tersebut dapat diperkuat. Penulis juga menyoroti beberapa implikasi masa depan dari putusan Mahkamah.
Unduhan
Referensi
ABC Capital Bank and 30 Others v Attorney General and Another (Constitutional Petition No. 14 of 2018) [2023] UGCC 18 (9 March 2023);
Adiga v Sabino & Anor (Civil Suit No. 0002 OF 2017) [2018] UGHCCD 4 (11 January 2018);
Attorney General v Kabaziguruka (Constitutional Appeal 2 of 2021) [2025] UGSC 1 (31 January 2025).
Attorney General v Susan Kigula & 417 Others [2009] UGSC 6 (21 January 2009);
Constitution of Malawi (1994);
Constitution of Namibia (1990);
Constitution of Rwanda (2003)
Constitution of South Africa (1996);
Constitution of Zimbabwe (2013).
GOA v JOO [2017] KEHC 10120 (KLR);
HRS v AFNA [2025] KEKC 16 (KLR)
Human Rights Network for Journalists Ltd and Another v Attorney General (Constitutional Petition No. 25 of 2018) [2023] UGCC 97 (17 March 2023).
K O & another v J O [2018] KEHC 7737 (KLR)
Law of Marriage Act, Chapter 29
Legal Brains Trust (LBT) Limited and 2 Others v Attorney General (Constitutional Petition 23 of 2015) [2023] UGCC 102 (12 September 2023);
Loum & Anor Vs Obwoma (Civil Suit No. 021 of 2016) [2019] UGHCCD 92 (11 April 2019)
Magezi & 3 Others v Sendowoza & 3 Others (Miscellaneous Application 811 of 2024) [2024] UGHCCD 198 (20 November 2024);
Majah v Majah (2010) Seychelles Law Report 327
Marriage and Divorce of Mohammedans Act, Chapter 252.
Mary Wanjuhi Muigai v Attorney General & another [2015] KEHC 7841 (KLR)
MGA v ASM [2013] KEHC 3348 (KLR);
Milena Bora v Liana Tamburelli [2016] KEHC 6933 (KLR);
Moletsane v Moletsane and Others (C of A (CIV) 10 of 2004) [2004] LSCA 11 (20 October 2004)
Mukwaya v Ssentamu and 7 Others (Civil Appeal No. 19 of 2021) [2022] UGHCCD 5 (19 January 2022)
Nampongo and Anor v Attorney General (Constitutional Petition No. 43 of 2012) [2021] UGCC 37 (9 February 2021);
Nazare v. Guinee Bissau, Judgment, ECW/CCJ/APP/12/17; ECW/CCJ/JUD/15/18 (ECOWAS CCJ, May. 24, 2018)
Nsimbe Swaibu and Another v Uganda Muslim Supreme Council and Others (Miscellaneous Cause 65 of 2025) [2025] UGHCCD 88 (1 July 2025);
Ntare Adens v Ssenyonyi and Ors (Constitutional Petition No. 16 of 2019) [2021] UGCC 38 (27 April 2021)
Onyango Obbo and Another v Attorney General (Constitutional Appeal 2 of 2002) [2004] UGSC 44 (11 February 2004);
POM v MNK [2017] KEHC 4231 (KLR);
Proceedings of the Uganda Constituent Assembly (1994 - 1995)
Report of the Constitutional Commission: Analysis and Recommendations (1992)
Republic v Paul Odhiambo Ogunde [2019] KEHC 7963 (KLR);
S T M v R M D (Civil Case 202 of 2015) [2015] KEKC 41 (KLR) (22 October 2015) (Judgment)
Said v Kilu (Civil Appeal 38 of 1982) [1983] TZHC 682 (29 July 1983)
Sefo Tumwesigye v Vangirista Baganutengyera and Anor (Land Civil Suit No. 53 of 2015) [2021] UGHCLD 61 (31 March 2021),
Selemani Joseph and Another v Republic (Criminal Appeal 146 of 2019) [2020] TZHC 1804 (2 June 2020);
Syprose Adhiambo v Richard Odhiambo [2007] KEHC 1120 (KLR);
Thaele and Others v Thaele and Others (CIV/APN 318 of 91) [1991] LSCA 129 (18 October 1991)
Uganda v Okello Bonny alias Akoc (HCT-10-CR-SC-0177 of 2022) [2025] UGHC 177 (10 April 2025)
Uganda Moslem Supreme Council v Yudaya & 2 Others & Ssewante v Yudaya & 3 Others (Miscellaneous Application 536 of 2024; Miscellaneous Application 541 of 2024; Miscellaneous Application 549 of 2024) [2025] UGHCCD 2 (3 January 2025).
Uganda Projects Implementation and Management Centre Vs. Uganda Revenue Authority [2010] UGSC 17 (28 October 2010).
Women's Probono Initiative v Attorney General (Constitutional Petition No. 12 of 2021) [2025] UGCC 6 (10 July 2025)
Unduhan
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Kategori
Lisensi
Hak Cipta (c) 2026 Jamil Ddamulira Mujuzi

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.
Penulis yang menerbitkan tulisan dalam jurnal ini merupakan pemegang hak cipta dan setuju untuk memberikan Jurnal HAM hak publikasi pertama yang dilisensikan di bawah ketentuan Creative Commons Attribution 4.0 International License (CC BY-NC ). Dengan demikian karya ini dapat digunakan secara bebas dengan pengakuan kepenulisan karya dan publikasi dalam jurnal ini.

Dilisensikan di bawah Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License












