Kebijakan AI

Jurnal HAM mengakui peran yang semakin berkembang dari kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) dan teknologi berbasis AI dalam proses penelitian dan publikasi ilmiah. Penggunaan Kecerdasan Buatan Generatif (Generative AI) diperbolehkan secara terbatas untuk mendukung kejelasan bahasa dan efisiensi teknis, namun tidak boleh menggantikan pemikiran kritis dan tanggung jawab ilmiah penulis. Penulis wajib mengungkapkan secara transparan setiap penggunaan AI yang bersifat substantif dalam penyusunan naskah. Kecerdasan Buatan Generatif (Generative AI) tidak dapat diakui sebagai penulis, dan seluruh tanggung jawab atas isi naskah tetap berada pada penulis manusia. Jurnal HAM menjunjung tinggi prinsip integritas akademik, akuntabilitas, serta perlindungan terhadap kerahasiaan dan hak-hak pihak terkait dalam seluruh proses publikasi.

Kebijakan ini diterapkan bertahap sejak tahun 2026. Kewajiban pengungkapan penggunaan AI diterapkan kepada seluruh artikel yang diserahkan sejak Juli 2026.


Kebijakan Penggunaan Artificial Intelligence (AI)

Jurnal HAM mengakui bahwa kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) dan teknologi berbasis AI telah menjadi bagian dari proses penelitian dan publikasi ilmiah. Kebijakan ini bertujuan untuk memastikan bahwa penggunaan Kecerdasan Buatan Generatif (Generative AI) dilakukan secara bertanggung jawab, transparan, dan tetap menjaga integritas akademik, sesuai dengan prinsip yang dikembangkan oleh Committee on Publication Ethics.

1. Prinsip Umum

Penggunaan Kecerdasan Buatan Generatif (Generative AI) dalam proses penulisan, analisis, maupun pengolahan data diperbolehkan sepanjang:

  • tidak menggantikan pemikiran kritis, analisis, dan penilaian ilmiah penulis,
  • tetap berada di bawah pengawasan penuh manusia,
  • serta tidak melanggar prinsip integritas akademik, transparansi, dan akuntabilitas.

2. Penggunaan AI oleh Penulis

Penggunaan yang Diperbolehkan Tanpa Pengungkapan

Penulis dapat menggunakan AI untuk:

  • pemeriksaan tata bahasa, ejaan, dan tanda baca,
  • peningkatan keterbacaan tanpa mengubah makna substantif,
  • pemformatan referensi.

Penggunaan yang Memerlukan Pengungkapan

Penggunaan AI apabila digunakan untuk:

  • penyusunan ulang, peringkasan, atau pengembangan substansi naskah,
  • analisis data, pemodelan, atau pemrograman,
  • penerjemahan substantif,
  • eksplorasi literatur atau pengembangan ide.

Pengungkapan harus mencakup:

  • nama alat AI,
  • tujuan penggunaan,
  • serta pernyataan bahwa seluruh hasil telah diverifikasi oleh penulis.

Penggunaan yang Dilarang

AI tidak boleh digunakan untuk:

  • menghasilkan seluruh atau sebagian besar isi naskah tanpa kontribusi analitis penulis,
  • memalsukan atau memanipulasi data, hasil, atau referensi,
  • menghasilkan sitasi yang tidak diverifikasi,
  • melakukan plagiarisme dalam bentuk apa pun.

3. Authorship dan Tanggung Jawab

AI tidak dapat diakui sebagai penulis atau co-author. Seluruh tanggung jawab atas keakuratan, orisinalitas, dan integritas naskah sepenuhnya berada pada penulis manusia.

4. Penggunaan AI dalam Gambar dan Materi Visual

Penggunaan Kecerdasan Buatan Generatif (Generative AI) untuk membuat atau memodifikasi gambar, tabel, atau ilustrasi tidak diperbolehkan, kecuali penyesuaian teknis minor (misalnya kecerahan atau kontras) yang tidak mengubah makna informasi. Jika Kecerdasan Buatan Generatif (Generative AI) merupakan bagian dari metode penelitian, penggunaannya harus dijelaskan secara transparan dan dapat direplikasi dalam bagian metodologi.

5. Kerahasiaan dan Perlindungan Data

Penulis, reviewer, dan editor dilarang memasukkan:

  • naskah yang belum dipublikasikan,
  • data sensitif,
  • atau informasi yang bersifat rahasia ke dalam sistem AI pihak ketiga tanpa perlindungan yang memadai.

Kebijakan ini bertujuan melindungi:

  • kerahasiaan proses peer review,
  • hak kekayaan intelektual,
  • serta data pribadi dan institusional.

6. Kebijakan untuk Reviewer dan Editor

Reviewer dan editor:

  • tidak diperkenankan menggunakan AI untuk melakukan evaluasi ilmiah atau pengambilan keputusan editorial,
  • wajib menjaga kerahasiaan seluruh dokumen yang ditangani,
  • tetap bertanggung jawab penuh atas penilaian dan keputusan yang diambil.

7. Integritas dan Akuntabilitas

Penulis bertanggung jawab untuk:

  • memverifikasi seluruh konten yang dihasilkan dengan bantuan AI,
  • memastikan tidak terdapat bias, kesalahan faktual, atau konten yang tidak valid,
  • serta menjamin keaslian dan kepatuhan terhadap standar etik publikasi.

8. Pelanggaran

Pelanggaran terhadap kebijakan ini dapat mengakibatkan:

  • penolakan naskah,
  • pencabutan artikel (retraction),
  • atau tindakan lain sesuai standar etika jurnal.

9. Peninjauan Kebijakan

Kebijakan ini akan ditinjau dan diperbarui secara berkala mengikuti perkembangan teknologi AI dan standar etika publikasi ilmiah.