Mengomunikasikan Hak Kesehatan dan Pendidikan Disabilitas: Kisah dari Penyandang Disabilitas dan Orang Tua Anak Disabilitas di Indonesia
DOI:
https://doi.org/10.30641/ham.2025.16.211-234Kata Kunci:
disabilitas, hak disabilitas, orang tua penyandang disabilitas, InstagramAbstrak
Penyandang disabilitas di Indonesia mengalami permasalahan sosial budaya yang mengakibatkan kesenjangan dalam pemenuhan hak-hak disabilitas, terutama akses terhadap pendidikan dan layanan kesehatan yang setara. Menanggapi permasalahan tersebut, aktivisme disabilitas terus berkembang, dan saat ini dimediasi oleh media sosial, khususnya Instagram. Studi ini bertujuan untuk menyoroti perspektif individu dan orang tua dalam mengomunikasikan hak-hak disabilitas, dengan mengacu pada teori komunikasi co-cultural, yang mengklasifikasikan penyandang disabilitas sebagai kelompok non-dominan dalam masyarakat. Berbagai pemangku kepentingan disabilitas, termasuk penyandang disabilitas dan orang tua dari anak penyandang disabilitas, berpartisipasi dalam focus group discussion serta wawancara formal dan informal semi-terstruktur. Dengan menggunakan metode autoetnografi digital, analisis konten kualitatif juga digunakan untuk mengkaji konten Instagram mereka tentang topik-topik disabilitas. Studi ini berfokus pada bagaimana partisipan meningkatkan kesadaran akan inklusi disabilitas dan mengomunikasikan hak-hak disabilitas pada ranah pendidikan dan layanan kesehatan. Studi ini juga menekankan efektivitas Instagram dalam memediasi aktivisme hak-hak disabilitas di Indonesia dan dampaknya terhadap para partisipan dan komunitas disabilitas mereka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun strategi akomodasi asertif dan asimilasi non-asertif dapat diterapkan baik di lingkungan luring maupun daring, strategi akomodasi non-asertif khususnya dominan dalam meningkatkan representasi disabilitas dalam ruang digital. Tindakan kolektif ini berkontribusi dalam meningkatkan pemenuhan hak-hak disabilitas.
Unduhan
Referensi
Adioetomo, S. M., D. Mont, and Irwanto. “Persons with Disabilities in Indonesia: Empirical Facts and Implications for Social Protection Policies,” 2014. www.tnp2k.go.id.
Aline Shakti Franzke, Anja Bechmann, Michael Zimmer, and Charles M. Ess. “Internet Research: Ethical Guidelines 3.0 Association of Internet Researchers.” Internet Research: Ethical Guidelines 3.0, 2020. https://aoir.org/reports/ethics3.pdf.
Ammari, Tawfiq, Meredith Ringel Morris, and Sarita Yardi Schoenebeck. “Accessing Social Support and Overcoming Judgment on Social Media among Parents of Children with Special Needs,” 2014. www.aaai.org. DOI: https://doi.org/10.1609/icwsm.v8i1.14503
Atmoko, Tri, and Dedi Rianto Rahadi. “Analisis Pemanfaatan Facebook Sebagai Media Promosi Produk Perumahan PT. Mandiri Agency Pada Masa Pandemi COVID-19” 10 (2021): 213–21. DOI: https://doi.org/10.33373/dms.v10i1.2766
Behl, Diane, Janet Desgeorges, and Karl R White. “The Role of Family-Led Disability Organizations in Supporting Families with Hearing-Related Concerns.” Journal of Early Hearing Detection and Intervention 1, no. 1 (2016). http://www.familyvoices.org.
Beresford, B., P. Rabiee, and P. Sloper. “Outcomes for Parents with Disabled Children.” Res. Works 3 (2007): 1–4. DOI: https://doi.org/10.1111/j.1099-0860.2006.00008.x
Berger, C. R. Interpersonal Communication. In D. W. Stacks & M. B. Salwen (Eds.), An Integrated Approach to Communication Theory and Research. New York: Routledge, 2009.
Unduhan
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2025 Muhammad Novsyaroni Umar

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.
Penulis yang menerbitkan tulisan dalam jurnal ini merupakan pemegang hak cipta dan setuju untuk memberikan Jurnal HAM hak publikasi pertama yang dilisensikan di bawah ketentuan Creative Commons Attribution 4.0 International License (CC BY-NC ). Dengan demikian karya ini dapat digunakan secara bebas dengan pengakuan kepenulisan karya dan publikasi dalam jurnal ini.

Dilisensikan di bawah Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License












