Perlawanan Paguyuban Petani Lahan Pantai terhadap Kebijakan Neoliberal di Pesisir Kabupaten Kulon Progo
DOI:
https://doi.org/10.30641/ham.2026.17.53-66Kata Kunci:
extractivism, neoliberalsm, Accummulation by Dispossession, farmer resistanceAbstrak
Pemerintah Kabupaten Kulon Progo dan PT Jogja Magasa Iron mensosialisasikan rencana penambangan pasir besi pada Masyarakat pesisir di Kulon Progo Yogyakarta pada tahun 2006. Petani lahan pantai menolak rencana penambangan tersebut karena penambangan akan merampas lahan pertanian mereka. Penambangan juga akan merusak lingkungan hidup di sekitar pantai dan merampas penghidupan petani lahan pantai. Maka, petani lahan pantai mendirikan Paguyuban Petani Lahan Pantai (PPLP) sebagai sarana melawan rencana penambangan yang digencarkan oleh pemerintah. PPLP membangun gerakan sosial di wilayah pesisir melalui konvoi, menyebarkan informasi perlawanan, dan membangun jejaring dengan LSM dalam dan luar negeri. Pada tahun 2014, pemerintah menunda rencana penambangan tersebut, yang sampai saat ini belum jelas kelanjutannya. Dari awalnya melawan rencana penambangan, gerakan perlawanan meluas untuk melawan semua bentuk kebijakan yang berpotensi merampas lahan pantai. Penelitian ini berpendapat bahwa perlawanan PPLP merupakan respons terhadap ekstraktivisme yang dikembangkan oleh negara dan sektor swasta. Isu perlawanan tersebut merefleksikan premis kelima teori akumulasi dengan perampasan buah pikir Harvey, bahwa akumulasi dengan perampasan mendorong perlawanan. Ekonomi politik di Indonesia membangun proses ekstraktivisme yang mana terjadi pada rencana penambangan pasir besi di Kulon Progo. Rencana penambangan pasir besi tersebut merupakan bagian dari upaya perampasan tanah yang memprovokasi munculnya gerakan perlawanan PPLP. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan perlawanan PPLP untuk mempertahankan lahan pantai sebagai lahan pertanian sebagai bentuk perlawanan terhadap kebijakan neoliberal, khususnya rencana penambangan.
Unduhan
Referensi
Baaz, Mikael, Mona Lilja, Michael Schulz, and Stellan Vinthagen. “Defining and Analyzing ‘Resistance’: Possible Entrances to the Study of Subversive Practices.” Alternatives: Global, Local, Political 41, no. 3 (2016): 137–53. https://doi.org/10.1177/0304375417700170. DOI: https://doi.org/10.1177/0304375417700170
Baswir, R. Bahaya Neoliberalisme. 2009. Pustaka Pelajar, 2009.
Chagnon, Christopher W., Francesco Durante, Barry K. Gills, et al. “From Extractivism to Global Extractivism: The Evolution of an Organizing Concept.” The Journal of Peasant Studies 49, no. 4 (2022): 760–92. https://doi.org/10.1080/03066150.2022.2069015. DOI: https://doi.org/10.1080/03066150.2022.2069015
Fletcher, Robert. “What Are We Fighting for? Rethinking Resistance in a Pewenche Community in Chile.” Journal of Peasant Studies 28, no. 3 (2001): 37–66. https://doi.org/10.1080/03066150108438774. DOI: https://doi.org/10.1080/03066150108438774
Gellert, Paul K. “Extractive Regimes: Toward a Better Understanding of Indonesian Development.” Rural Sociology 75, no. 1 (2010): 28–57. https://doi.org/10.1111/j.1549-0831.2009.00001.x. DOI: https://doi.org/10.1111/j.1549-0831.2009.00001.x
Gellert, Paul K. “Neoliberalism and Altered State Developmentalism in the Twenty-First Century Extractive Regime of Indonesia.” Globalizations 16, no. 6 (2019): 894–918. https://doi.org/10.1080/14747731.2018.1560189. DOI: https://doi.org/10.1080/14747731.2018.1560189
Harvey, David. The New Imperialism. 1. issued as paperback. Oxford University Press, 2003. DOI: https://doi.org/10.1093/oso/9780199264315.001.0001
Hollander, Jocelyn A., and Rachel L. Einwohner. “Conceptualizing Resistance.” Sociological Forum 19, no. 4 (2004): 533–54. https://doi.org/10.1007/s11206-004-0694-5. DOI: https://doi.org/10.1007/s11206-004-0694-5
IA, Bodhi and Kolektif Nyalakan Project, eds. Asmara Art Zine 03: Riwayat Pemakan Pasir. Asmara Art and coffeeshop, 2024.
Juwono, Harto. “Concession Right in Javanese Principality: A Mining Case in Kulon Progo.” Patrawidya 13, no. 1 (2011): 1–14.
Juwono, Harto. Hak Milik Atas Tanah: Memahami Sistem Agraria Di Era Hindia Belanda. Selaklali, 2023.
Leavy, Patricia, ed. The Oxford Handbook of Qualitative Research. 1st ed. Oxford University Press, 2014. https://doi.org/10.1093/oxfordhb/9780199811755.001.0001. DOI: https://doi.org/10.1093/oxfordhb/9780199811755.001.0001
Marschan-Piekkari, Rebecca, and Cristina Reis. “Language and Languages in Cross-Cultural Interviewing.” In Handbook of Qualitative Research Methods for International Business, edited by Rebecca Marschan-Piekkari and Catherine Welch. Edward Elgar Publishing, 2004. https://doi.org/10.4337/9781781954331.00027. DOI: https://doi.org/10.4337/9781781954331.00027
Pratiwi, Ayu. “Kebijakan Ekonomi: Perspektif Ekonomi Politik Dalam Pembangunan di Indonesia.” Abiwara: Jurnal Vokasi Administrasi Bisnis 3, no. 1 (2021): 1–14. https://doi.org/10.31334/abiwara.v3i1.1847. DOI: https://doi.org/10.31334/abiwara.v3i1.1847
Rutakumwa, Rwamahe, Joseph Okello Mugisha, Sarah Bernays, et al. “Conducting In-Depth Interviews with and without Voice Recorders: A Comparative Analysis.” Qualitative Research 20, no. 5 (2020): 565–81. https://doi.org/10.1177/1468794119884806. DOI: https://doi.org/10.1177/1468794119884806
Warsito. “Politik Tanah Sultan (Menjaga Keberlangsungan Keraton Dan Ekonomi Rakyat Miskin).” Sanaamul Quran : Jurnal Wawasan Keislaman 1, no. 1 (2022). https://doi.org/10.62096/sq.v1i1.2. DOI: https://doi.org/10.62096/sq.v1i1.2
Yin, Robert K. Case Study Research and Applications: Design and Methods. 6th Ed. SAGE Publications, 2018.
Young, Graeme William. “Conceptualizing Resistance in Post-Conflict Environments.” International Peacekeeping 22, no. 2 (2015): 169–85. https://doi.org/10.1080/13533312.2015.1017081. DOI: https://doi.org/10.1080/13533312.2015.1017081
Unduhan
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Kategori
Lisensi
Hak Cipta (c) 2026 Eka Zuni Lusi Astuti

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.
Penulis yang menerbitkan tulisan dalam jurnal ini merupakan pemegang hak cipta dan setuju untuk memberikan Jurnal HAM hak publikasi pertama yang dilisensikan di bawah ketentuan Creative Commons Attribution 4.0 International License (CC BY-NC ). Dengan demikian karya ini dapat digunakan secara bebas dengan pengakuan kepenulisan karya dan publikasi dalam jurnal ini.

Dilisensikan di bawah Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License












